Page 112 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 112
Hasil Penelitian Strategis STPN 2015 97
kemampuan tanah menginformasikan kemiringan lereng serta subtema
yang lain. Tentunya jika diperlukan peta-peta tersebut bisa diperinci lagi
sesuai kebutuhan terutama untuk pembuatan tata ruang yang mendetail.
Dengan penggunaan aplikasi yang berbasis IT, analisis Data tersebut
dapat dilakukan dengan akurat dan Cepat. Berikut dapat digmbarkan
contoh overlay peta-peta pertanahan dengan rencana tata ruang dengan
Aplikasi Google Earth.
Gb .12 Analisis Spasial dengan Google Earth
2. Kontribusi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dalam
Mengatasi Permasalahan Kelembagaan Penataan Ruang Pesisir
Menurut (Permadi, 2015) Terdapat beberapa permasalahan umum yang
terjadi baik dalam lingkup nasional maupun regional dalam pelaksanaan
Penataan Ruang yaitu terjadinya ketimpangan pembangunan antar
wilayah di bagian barat dan timur Indonesia, maraknya alih fungsi hutan
dan pertanian menjadi kawasan terbangun, serta kualitas infrastruktur
perkotaan yang tidak memadai dan tidak terencanakan dengan baik
sehingga menyebakan kemacetan dan banjir.
Menyikapi hal tersebut koordinasi antar sektor dan instansi pemerintahan
mutlak diperlukan. PEMDA selaku motor penggerak pembangunan di daerah
perlu melakukan efisiensi dan koordinasi dalam melakukan tupoksinya.

