Page 114 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 114
Hasil Penelitian Strategis STPN 2015 99
• Payung Hukum multitafsir sehingga sering disalahgunakan (ex: dalam
kasus revisi Tata Ruang)
• Terjadi overlap ijin lokasi Kawasan Industri Kendal dengan kawasan
konservasi tanaman pangan
• Sertifikasi tanah belum memperhatikan aspek tata ruang sehingga ijin
penggunaan dalam sertipikat hanya meihat kondisi fisik di lapangan
• Koordinasi antar institusi pemerintah kurang berjalan dengan baik
• Pemodal ikut bermain dalam penyusunan tata ruang dengan
memanfaatkan akses politik
• Pelaksanaan Konservasi pesisir terkendala karena status tanah
Permasalahan-permasalahan tersebut bisa dikelompokkan menjadi
3 sub permasalahan yaitu Profesionalitas Sumber Daya Manusia,
Permasalahan Institusionl (Payung Hukum), dan Penyediaan Data yang
mendukung Penataan Ruang. 3 Sub permaslahan tersebut tentunya
memiliki pendekatan berbeda dalam penanganannya.
Untuk sub permaslahan pertama yaitu Sumber Daya Manusia,
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN bisa memberikan solusi yaitu di
setiap Kantor Pertanahan dan Kantor Wilayah BPN terdapat tenaga-tenaga
ahli di bidang pemetaan yang sudah terampil dalam mengelola data spasial
sehingga hal tersebut menjadi entry point yang baik jika kantor pertanahan
lebih dilibatkan dalam proses penataan ruang. Tentunya di era modern
sekarang pemerintahan yan efisien dan efektif merupakan sesuatu yang
mutlak untuk diwujudkan sehingga pemisahan antara institusi vertikal
maupun institusi daerah dalam koordinasi tugas semestinya sudah tidak
ada lagi. Sehingga permasalahan SDM bukanlah menjadi permasalahan
yang besar jika pengeloaannya bisa diatur secara efisien dan profesional.
Dan tentunya, faktor politik tidak bisa mencampuri hal-hal yang bersifat
profesional.
Untuk Sub permasalahan yang kedua yaitu payung hukum yang
multitafsir pemecahannya adalah dengan melakukan perbaikan peraturan
perundangan yang ada dengan melibatkan Kementerian terkait, sehingga
implementasi peraturan di lapangan bisa berjalan sebagaimana yang

