Page 113 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 113

98    Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria


            Hal  tersebut dikarenakan  inti  tugas dari  pemerintah adalah  regulator
            dan  pengawas  bagi  aktifitas  masyarakat  sehingga  tidak  terjadi  benturan
            kepentingan dan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.
                Kementerian  Agraria  dan Tata  Ruang/BPN selaku  Kementerian
            yang  diberikan mandat  dalam mengarahkan kebijakan  tata  ruang
            secara nasional juga harus lebih berperan aktif dalam memperbaiki dan
            memberikan  solusi  terhadap  permasalahan-permaslahan yang  ada.

            Kebijakan-kebijakan strategis Tata  Ruang  harus segera  dibangun  dan
            diimplementasikan. Permasalahan ketidak taatan komponen masyarakat
            terhadap rencana tata ruang yang telah disepakati semestinya tidak terjadi
            lagi dengan membangun koordinasi yang kuat antar sektor, mekanisme
            reward dan punishment untuk pengendalian tata ruang merupakan satu-
            satunya cara untuk memelihara ketertiban. Sebagai satu-satunya institusi
            yang memberikan kekuatan hukum terhadap hak atas tanah, Kementerian

            Agraria  dan  Tata Ruang/BPN  dapat mengontrol  penggunaan lahan
            sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya.
            (Permadi, 2015) juga menjelaskan terkait dengan penyediaan data spasial,
            terdapat kendala dalam penyusunan tata ruang yaitu:

            1.   Pemerintah Daerah masih minim kemampuannya dalam menyediakan
                Data spasial dalam format digital
            2.  Sistem Manajemen Data Spasial belum terstandarisasi
            3.  Akurasi Geometri Peta yang ada masih diragukan
            4.  Peta masih banyak dalam skala kecil sehingga informasinya kurang
                detil

            5.  Peta-peta  atributnya  masih  belum  sesuai  dengan  kelengkapan
                informasi yang dibutuhkan untuk prose penataan ruang


                Hal tersebut ternyata  merupakan permasalahan yang umun terjadi.
            Di Kabupaten Kendal sendiri permasalahan-permaslahan yang ada terkait
            tata ruang adalah

            •   SDM Pemda kurang menguasai teknis Penataan Ruang
            •   Kepentingan  politik dan ekonomi  ikut  bermain dalam  penyusunan
                tata ruang
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118