Page 235 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 235

214    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            Hibah (43), yang menjadi sumber utama penerimaan negara. Pajak
            mencakup berbagai jenis pungutan wajib seperti PPh, PPN, dan PBB,
            yang menjadi tulang punggung pembiayaan negara. PNBP mencakup
            pendapatan dari pengelolaan sumber daya alam, layanan publik, dan
            hasil kekayaan negara lainnya, sementara Hibah mencakup bantuan
            dalam bentuk uang atau barang dari dalam maupun luar negeri yang
            tidak perlu dibayar kembali.
                Segmen Belanja  mencakup Belanja Pegawai (51), Belanja
            Barang/Jasa (52), Belanja Modal (53), Pembayaran Utang (54), Subsidi
            (55),  Belanja  Hibah  (56),  Bantuan  Sosial  (57),  dan  Belanja  Lain-
            lain (58), yang menggambarkan alokasi anggaran  untuk berbagai
            kebutuhan negara. Belanja Pegawai mencakup gaji, tunjangan, dan
            pensiun aparatur negara, sementara Belanja Barang/Jasa mencakup
            operasional sehari-hari  dan pemeliharaan aset. Belanja Modal
            ditujukan untuk pembangunan infrastruktur dan  pengadaan aset
            tetap, sedangkan Pembayaran Utang mencakup pelunasan bunga dan
            pokok utang. Subsidi dan Bantuan Sosial ditujukan untuk mendukung
            masyarakat dan sektor strategis, sementara Hibah digunakan untuk
            bantuan kepada pemerintah daerah atau negara lain.
                Segmen Transfer ke Daerah dan Dana Desa meliputi Dana
            Bagi Hasil (61), Dana Alokasi Umum (62), Dana Alokasi Khusus Fisik
            (63), Dana Otonomi Khusus (64), Dana Alokasi Khusus Nonfisik (65),
            dan Dana Desa (66), yang menjadi instrumen desentralisasi fiskal.
            Dana Bagi Hasil merupakan bagi hasil penerimaan pajak dan SDA
            antara pusat dan daerah, sementara Dana Alokasi Umum ditujukan
            untuk pemerataan kemampuan keuangan daerah. Dana Alokasi
            Khusus mendanai program spesifik seperti pendidikan dan kesehatan,
            sedangkan Dana Otonomi Khusus dan Dana Desa ditujukan untuk
            daerah tertentu dan pembangunan desa.

                Segmen  Pembiayaan  terdiri  dari  Penerimaan  Pembiayaan
            (71) dan Pengeluaran Pembiayaan (72), yang mencatat transaksi
            untuk menutup defisit atau mengelola surplus APBN. Penerimaan
            Pembiayaan mencakup pinjaman domestik  dan luar negeri, hasil
            privatisasi,  serta  penerbitan  surat  berharga  negara,  sementara
   230   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240