Page 234 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 234
BAGIAN III 213
Pelaksanaan
secara presisi dan terstruktur. BAS merupakan instrumen teknokratik
yang disusun secara sistematis dan hierarkis guna memastikan
bahwa setiap transaksi keuangan negara tercatat secara tepat,
terdokumentasi, dan terdiferensiasi menurut sifat ekonominya.
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-31/PB/2021
tentang Bagan Akun Standar menjadi regulasi utama yang mengatur
klasifikasi ini secara komprehensif, mencakup dimensi neraca,
pendapatan, belanja, transfer, pembiayaan, dan akun transitoris.
Kodefikasi hingga enam digit bukan semata soal teknis
administratif, tetapi merupakan bentuk manifestasi konkret
dari prinsip transparansi dan akuntabilitas fiskal sebagaimana
diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara. Dengan adanya pemetaan yang detail atas
akun-akun keuangan, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap
rupiah yang dibelanjakan, diterima, atau ditransfer dapat ditelusuri
jejaknya secara real time dalam sistem informasi keuangan, serta
dapat direkonsiliasi dan diaudit secara sahih. Sistem ini pada akhirnya
berkontribusi terhadap tata kelola fiskal yang efisien, menghindari
potensi duplikasi atau manipulasi anggaran, dan memperkuat
legitimasi kebijakan anggaran di mata publik maupun auditor
eksternal.
Segmen Neraca Kas terdiri dari Aset (1), Kewajiban (2), dan
Ekuitas (3), yang secara kolektif menggambarkan posisi keuangan
jangka pendek pemerintah. Aset mencakup kas dan setara kas,
investasi jangka pendek, serta piutang, yang menunjukkan likuiditas
pemerintah dalam menjalankan operasionalnya. Kewajiban meliputi
berbagai bentuk utang jangka pendek, termasuk utang kepada pihak
ketiga dan uang muka dari entitas lain, yang mencerminkan kewajiban
pemerintah yang harus segera diselesaikan. Ekuitas mencakup Sisa
Anggaran Lebih (SAL) dan Surplus/Defisit, yang menunjukkan hasil
akhir pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya dan kemampuan
pemerintah dalam mengelola keuangan negara. Segmen Pendapatan
meliputi Pajak (41), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) (42), dan

