Page 236 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 236

BAGIAN  III   215
                                                            Pelaksanaan

            Pengeluaran Pembiayaan mencakup pelunasan utang dan penyertaan
            modal  negara.  Segmen  Akun Transitoris  mencakup  Penerimaan
            Non-Anggaran (81), Pengeluaran  Non-Anggaran (82), dan  Output
            Kinerja (83), yang mencatat transaksi  di  luar pagu APBN namun
            mempengaruhi kas negara. Penerimaan  Non-Anggaran mencakup
            potongan  gaji pegawai untuk BPJS atau iuran pensiun,  sementara
            Pengeluaran Non-Anggaran mencakup pembayaran kembali
            kelebihan setoran. Output Kinerja digunakan  untuk mencatat
            capaian program anggaran.

                Peraturan  Direktur  Jenderal  Perbendaharaan  No.  31/2021
            tidak  hanya mengatur kodefikasi hingga dua digit, tetapi juga
            mendetailkannya hingga enam digit untuk memastikan konsistensi,
            akurasi, dan transparansi dalam pelaporan  keuangan pemerintah.
            Setiap digit tambahan memberikan informasi lebih spesifik, seperti
            lokasi kas, jenis pajak,  atau program bantuan  sosial, sehingga
            memudahkan pengawasan dan evaluasi kinerja keuangan negara.

            2.5.  Mekanisme Pemutakhiran Bagan Akun Standar (BAS)
                Mekanisme pemutakhiran Bagan Akun Standar (BAS) dalam
            Peraturan  Menteri  Keuangan  Nomor  214/PMK.05/2013 dirancang
            sebagai proses dinamis  yang mampu merespons perkembangan
            kebutuhan pengelolaan  keuangan negara  tanpa mengorbankan
            konsistensi  sistem.  Regulasi  ini  menetapkan  kerangka  kerja
            pemutakhiran yang melibatkan koordinasi strategis antara Direktorat
            Jenderal Perbendaharaan sebagai pengelola  utama BAS dengan
            direktorat jenderal teknis terkait seperti Ditjen Anggaran dan Ditjen
            Pengelolaan Utang. Proses ini dapat diinisiasi melalui dua jalur utama
            - usulan dari Kementerian/Lembaga atau unit eselon I Kementerian
            Keuangan,  maupun penetapan kebijakan  sebagai dampak dari
            perubahan peraturan perundang-undangan atau transformasi proses
            bisnis pengelolaan keuangan negara. Fleksibilitas ini memastikan
            BAS tetap relevan baik terhadap kebutuhan operasional pengguna
            anggaran maupun perkembangan kebijakan fiskal yang lebih luas.
   231   232   233   234   235   236   237   238   239   240   241