Page 231 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 231

210    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            2.3.  Struktur 12 Segmen Bagan Akun Standar dan Penjelasannya

                Struktur  Bagan  Akun  Standar  (BAS)  dalam  Peraturan  Menteri
            Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013 dibangun melalui 12 segmen yang
            saling terkait, masing-masing dirancang untuk menangkap dimensi
            spesifik dari transaksi keuangan pemerintah. Segmen Satker (Satuan
            Kerja) menjadi fondasi identifikasi dengan menggunakan  6 digit
            kode yang tidak hanya merepresentasikan unit organisasi, tetapi juga
            mengaitkannya dengan Bagian Anggaran dan Eselon I melalui atribut
            pendukung. Desain ini memungkinkan pelacakan transaksi dari level
            operasional satker hingga level kebijakan kementerian/lembaga,
            sekaligus membentuk hierarki akuntabilitas yang jelas dalam
            pertanggungjawaban keuangan negara.  Konsep ini merefleksikan
            kebutuhan akan sistem pelaporan yang mampu menyajikan informasi
            baik secara mikro pada  level satker maupun makro pada  level
            pemerintah pusat.

                Segmen KPPN (Kantor  Pelayanan  Perbendaharaan  Negara)
            menggunakan 3 digit kode untuk mengidentifikasi lokasi fisik
            pengelolaan  kas negara, sekaligus menghubungkannya dengan Kantor
            Wilayah Ditjen Perbendaharaan sebagai bagian dari struktur vertikal
            Kementerian Keuangan. Dalam praktiknya, segmen ini tidak hanya
            berfungsi  sebagai  penanda  geografis,  tetapi  juga  menjadi  simpul
            penting dalam sistem perbendaharaan untuk memastikan transaksi
            kas tercatat pada entitas yang tepat. Sementara itu, segmen Akun
            yang terdiri dari 6 digit menjadi tulang punggung klasifikasi ekonomi
            dengan mengadopsi kerangka Standar Akuntansi Pemerintahan dan
            Government Finance Statistics (GFS) IMF. Struktur akun ini dirancang
            secara khusus untuk mengakomodasi baik transaksi berbasis kas
            maupun akrual, dengan pengelompokan yang jelas mulai dari aset,
            kewajiban, ekuitas, pendapatan, belanja, hingga pembiayaan.
                Pada level perencanaan strategis, segmen Program yang terdiri
            dari kombinasi 7 digit kode (3 digit BA + 2 digit Eselon I + 2 digit
            Program) berfungsi sebagai penghubung antara klasifikasi organisasi
            dengan klasifikasi fungsional. Setiap kode program dirancang untuk
            merefleksikan   kebijakan    kementerian/lembaga   yang   kemudian
   226   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236