Page 227 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 227

206    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            utama. Lahirnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013
            tentang Bagan Akun Standar (BAS) tidak terlepas dari kebutuhan untuk
            menyelaraskan sistem akuntansi pemerintah dengan prinsip-prinsip
            pengelolaan keuangan modern, khususnyadalam mengimplementasikan
            basisakrual sebagaimanadiamanatkanoleh Peraturan Pemerintah Nomor
            71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. Sebelumnya,
            sistem yang berbasis kas menuju akrual dinilai belum mampu
            menyajikan informasi keuangan yang komprehensif, terutama dalam hal
            pengukuran aset, kewajiban, dan kinerja operasional pemerintah. BAS
            hadir sebagai respons atas tantangan ini, dengan menciptakan sebuah
            kerangka kodefikasi terpadu yang menghubungkan seluruh tahapan
            pengelolaan keuangan negara, mulai dari perencanaan, penganggaran,
            pelaksanaan, hingga pelaporan.
                Tujuan utama penerapan BAS adalah menciptakan integrasi
            sistem keuangan pemerintah melalui standardisasi klasifikasi  dan
            kodefikasi transaksi.  Dalam konteks ini, BAS berfungsi  sebagai
            “bahasa universal” yang memastikan konsistensi data antara sistem
            perencanaan (RKA-KL), pelaksanaan anggaran (DIPA), dan pelaporan
            keuangan  (LKKL).  Hal  ini  sejalan  dengan  kebijakan  penganggaran
            berbasis kinerja yang menekankan pada keterkaitan antara alokasi
            anggaran  dengan  capaian  output  dan outcome.  Misalnya,  dengan
            menggunakan kode program dan output yang terstandar dalam BAS,
            pemerintah dapat melacak sejauh mana  dana yang dialokasikan
            untuk suatu program tertentu benar-benar menghasilkan keluaran
            yang berdampak pada masyarakat. Selain itu,  BAS juga dirancang
            untuk mendukung integrasi sistem informasi keuangan pemerintah,
            khususnya  melalui Sistem  Perbendaharaan dan Anggaran  Negara
            (SPAN),  yang  menjadi  tulang  punggung  modernisasi  proses  bisnis
            keuangan negara.
                Latar belakang lain yang mendasari penerapan  BAS adalah
            kebutuhan untuk memenuhi standar internasional dalam pelaporan
            keuangan pemerintah, khususnya yang  sesuai  dengan kerangka
            Government Finance Statistics (GFS) dari International Monetary
            Fund  (IMF).  BAS  tidak  hanya  mengadopsi  klasifikasi  ekonomi
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232