Page 225 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 225

BAB  II.

                     BAGAN AKUN STANDAR











            Reformasi keuangan negara yang digulirkan sejak awal tahun 2000-an
            tidak hanya mengubah paradigma pengelolaan anggaran, tetapi juga
            menuntutpenataansistemakuntansipemerintahyang    lebihterstruktur
            dan terintegrasi. Salah satu tonggak penting dalam reformasi ini adalah
            penerapan Bagan Akun Standar (BAS) sebagai kerangka kodefikasi
            transaksi keuangan  negara  yang menyeluruh.  Dasar hukumnya,
            Peraturan Menteri Keuangan Nomor 214/PMK.05/2013, menegaskan
            BAS  sebagai instrumen kunci untuk menyelaraskan perencanaan,
            pelaksanaan, dan pelaporan keuangan pemerintah dalam satu bahasa
            yang seragam. Lahirnya regulasi ini merupakan respons sistematis
            terhadap kebutuhan  integrasi sistem keuangan  negara,  khususnya
            setelah diberlakukannya  Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP)
            berbasis akrual melalui Peraturan  Pemerintah  Nomor 71  Tahun
            2010. Dasar hukum tersebut sendiri merupakan implementasi dari
            mandat  Pasal  7  ayat  (2)  huruf  o  Undang-Undang  Nomor  1  Tahun
            2004 tentang Perbendaharaan Negara yang memberikan kewenangan
            kepada Menteri Keuangan untuk menetapkan sistem akuntansi dan
            pelaporan  keuangan negara. Dengan  demikian, BAS hadir sebagai
            penghubung  vital antara kebijakan makro pengelolaan keuangan
            negara dengan operasionalisasi teknis di tingkat satuan kerja.
                 BAS  bukan  sekadar  daftar  kode  akun,  melainkan  sebuah
             framework  yang  menghubungkan  siklus  APBN—mulai  dari
   220   221   222   223   224   225   226   227   228   229   230