Page 222 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 222

BAGIAN  III   201
                                                            Pelaksanaan

            belanja operasional seperti pembelian alat tulis kantor (ATK). Seluruh
            transaksi tersebut dicatat secara tertib dalam Buku Kas Umum (BKU),
            dilengkapi dengan bukti transaksi seperti kuitansi, nota, dan surat
            perintah kerja (SPK).  Setiap akhir bulan, bendahara menyusun
            Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) lengkap dengan rekening koran
            dan dokumen pendukung lainnya, lalu disampaikan ke KPPN Batam
            dan UAKPA. Dalam praktiknya,  bendahara juga secara berkala
            menjalani pemeriksaan kas oleh  KPA dan  melakukan rekonsiliasi
            data dengan sistem SAKTI untuk memastikan akurasi dan integritas
            pelaporan keuangan satker secara keseluruhan.

            1.5.  Pengawasan, Pembinaan, dan Sertifikasi Perbendaharaan
                Dalam rangka menjamin terselenggaranya tata kelola keuangan
            negara yang akuntabel, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip
            perbendaharaan negara,  pengawasan, pembinaan, dan sertifikasi
            dalam bidang perbendaharaan menjadi pilar penting dalam sistem
            administrasi fiskal nasional. Pengawasan dalam  perbendaharaan
            negara dilakukan dalam kerangka  sistem pengendalian  intern
            pemerintah (SPIP) yang  menyatu dengan  mekanisme pengelolaan
            anggaran, mulai dari perencanaan hingga pelaporan. Dalam
            konteks ini, Kementerian Keuangan, melalui Direktorat Jenderal
            Perbendaharaan (DJPb), berperan sentral dalam menyelenggarakan
            fungsi  pengawasan  operasional pelaksanaan anggaran  yang
            dijalankan oleh seluruh satuan kerja di tingkat pusat maupun daerah.
            Pengawasan dilakukan  secara  sistematis  melalui  reviu dokumen
            pelaksanaan anggaran, audit keuangan, monitoring realisasi belanja,
            serta verifikasi dokumen pertanggungjawaban yang disampaikan oleh
            bendahara dan pejabat perbendaharaan.

                Pembinaan terhadap pejabat perbendaharaan, termasuk
            bendahara, pejabat  pembuat  komitmen (PPK),  dan pejabat
            penandatangan  surat perintah membayar (PPSPM), dilakukan
            sebagai bagian dari  strategi penguatan  kapasitas  kelembagaan di
            lingkungan satuan kerja. Pembinaan tidak hanya terbatas pada aspek
            administratif,  tetapi  mencakup pula aspek teknis perbendaharaan,
   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226   227