Page 217 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 217

196    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            BUN dijamin memiliki otoritas yang sah untuk menjalankan fungsi
            strategis tersebut  di daerah. Koordinasi antara Satker dan KPPN
            dilakukan melalui aplikasi Sistem Perbendaharaan dan Anggaran
            Negara (SPAN) dan Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan
            Anggaran Negara (OM-SPAN), yang memungkinkan  pelaksanaan
            anggaran berlangsung secara real time dan transparan, mendukung
            prinsip digitalisasi pengelolaan keuangan negara.
                Sebagai ilustrasi, pelaksanaan kegiatan Peta Bidang Tanah (PBT)
            dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh
            Kantor Pertanahan Kota Batam mencerminkan penerapan berbagai
            bentuk komitmen anggaran sesuai skala dan jenis belanja. Untuk
            pembelian barang operasional kecil seperti alat tulis kantor (ATK)
            dengan nilai di bawah Rp10 juta, Satker menggunakan mekanisme
            pengadaan  langsung  berbasis  nota  dan  kuitansi,  yang  kemudian
            dibayar  melalui  Uang  Persediaan  (UP).  Untuk  pekerjaan  jasa
            teknis  menengah  seperti  validasi  hasil  pengukuran  dan  pemetaan,
            misalnya dengan nilai Rp100 juta, PPK menerbitkan Surat Perintah
            Kerja  (SPK) kepada penyedia, lengkap dengan jadwal pelaksanaan,
            uraian pekerjaan, dan ketentuan pembayaran. Sementara itu, untuk
            kegiatan utama seperti pengukuran 10.000 bidang tanah, digunakan
            kontrak perjanjian kerja senilai Rp1 miliar yang ditandatangani oleh
            PPK dan penyedia, memuat hak dan kewajiban kedua belah pihak,
            serta menjadi dasar pengajuan pembayaran secara bertahap sesuai
            kemajuan pekerjaan (termin).

                Selain kontrak dengan penyedia, pelaksanaan kegiatan juga
            melibatkan  pembayaran  kepada pegawai  internal,  misalnya  untuk
            kegiatan validasi dan verifikasi data hasil pengukuran di lapangan.
            Pembayaraninidilakukanberdasarkansurattugasyangditerbitkanoleh
            pejabat berwenang, dan dibayarkan melalui mekanisme Pembayaran
            Langsung  (LS)  dengan bukti pertanggungjawaban  berupa daftar
            nominatif, surat tugas, dan dokumen perjalanan dinas jika diperlukan.
            Setelah penyedia atau pegawai menyampaikan tagihan disertai
            dokumen pendukung seperti  berita acara serah terima pekerjaan,
            kuitansi, dan bukti prestasi, PPK melakukan pengujian, menerbitkan
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222