Page 214 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 214

BAGIAN  III   193
                                                            Pelaksanaan

                Tahap kedua menyangkut pelaksanaan kegiatan riil, baik berupa
            pengadaan  barang/jasa,  pembayaran  honor,  perjalanan  dinas,  atau
            program  lainnya. Pada tahap ini,  dokumen pertanggungjawaban
            mulai dikumpulkan  dan diverifikasi  oleh PPK dan  PPSPM.  Tahap
            ketiga pengajuan tagihan kepada negara. Pengajuan tagihan kepada
            negara merupakan fase penting dalam siklus pelaksanaan anggaran,
            karena menjadi dasar hukum untuk realisasi pembayaran atas beban
            APBN.  Berdasarkan Pasal  208 PMK 62/2023 jo.  PMK 107/2024,
            tagihan diajukan oleh penyedia atau pejabat berwenang atas dasar
            komitmen yang telah terbentuk, dan disertai bukti-bukti sah seperti
            berita acara pekerjaan, daftar nominatif, serta dokumen perpajakan
            atau  persyaratan  administratif  lainnya.  Bukti  prestasi  pekerjaan
            dan  kelengkapan  dokumen  berbeda  tergantung  jenis  belanja,
            mulai dari gaji dan tunjangan, perjalanan dinas, hingga pengadaan
            tanah dan barang/jasa. Tagihan wajib diajukan paling lambat lima
            hari kerja setelah hak tagih timbul, dan jika tidak dilakukan, PPK
            wajib mengingatkan penyedia. Untuk efisiensi dan  akuntabilitas,
            pengajuan  tagihan  dapat  dilakukan  secara  elektronik  selama
            sistem interkoneksi tersedia dan keabsahan data dapat diverifikasi.
            Mekanisme pembayaran atas tagihan ini mengikuti dua jalur utama,
            yakni Pembayaran Langsung (LS) atau melalui Uang  Persediaan
            (UP) sesuai ketentuan Pasal 209, dengan tetap menjunjung prinsip
            transparansi fiskal dan kontrol anggaran.
                Tahap keempat  adalah  pengujian dan penyelesaian tagihan.
            Pengujian dan penyelesaian tagihan merupakan mekanisme esensial
            dalam tata kelola keuangan negara yang menjamin integritas fiskal,
            transparansi anggaran,  dan akuntabilitas belanja. Berdasarkan
            ketentuan Pasal 217 s.d. Pasal 229 PMK 62/2023 jo. PMK 107/2024,
            proses ini dimulai dari pengujian materil oleh PPK atas tagihan yang
            diajukan, mencakup validasi atas kelengkapan dokumen, kebenaran
            hak tagih, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta ketepatan waktu
            penyelesaian sesuai kontrak. Jika tagihan telah memenuhi syarat, PPK
            menerbitkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) yang selanjutnya
            diperiksa secara formal oleh PPSPM. Pemeriksaan formal ini meliputi
            verifikasi dokumen pendukung, keabsahan tanda tangan elektronik,
   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219