Page 219 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 219

198    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

                Untuk menjamin profesionalitas dan kompetensi teknis,
            pengangkatan bendahara  harus  memenuhi persyaratan khusus,
            yaitu memiliki  sertifikat  bendahara. Ketentuan ini berlaku untuk
            Pegawai Negeri Sipil, prajurit TNI, atau anggota Polri yang ditugaskan
            sebagai bendahara. Sertifikasi bendahara menjadi tolok ukur standar
            kompetensi yang diatur melalui regulasi khusus tentang sertifikasi
            bendahara Satker pengelola APBN, sebagai bentuk pengakuan resmi
            atas kemampuan administratif dan teknis pengelolaan kas negara.
            Pengangkatan bendahara dilakukan  oleh menteri atau pimpinan
            lembaga,  dan pelimpahan kewenangan dapat  diberikan kepada
            kepala kantor atau kepala Satker. Dengan mekanisme ini, proses
            pengangkatan menjadi lebih adaptif, efisien, dan akuntabel.

                Ketika  bendahara  mengalami  kondisi  yang  mengharuskan
            pembebastugasan  sementara, misalnya karena  cuti panjang,  tugas
            belajar, atau alasan kedinasan lainnya, maka menteri atau pimpinan
            lembaga wajib menetapkan pejabat pengganti. Penunjukan pejabat
            pengganti tersebut dapat pula didelegasikan kepada kepala kantor
            atau kepala Satker. Penetapan pejabat pengganti harus dituangkan
            dalam bentuk surat keputusan, dan disertai dengan mekanisme formal
            penyerahan tugas dan tanggung jawab bendahara, termasuk seluruh
            dokumen dan  data administrasi. Proses  ini harus diawali dengan
            pemeriksaan kas oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) atau pejabat
            yang ditunjuk, dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan kas dan
            serah terima. Langkah ini menjamin bahwa tidak terjadi kekosongan
            tanggung jawab dan fungsi pengawasan selama masa transisi.

                Sementara itu, bendahara dapat diberhentikan secara permanen
            apabila  terjadi  keadaan  tertentu  seperti  dijatuhi  hukuman  disiplin
            sedang atau berat,  terkena sanksi  hukum yang  telah berkekuatan
            hukum tetap, diberhentikan sebagai ASN atau anggota TNI/Polri,
            mengalami sakit berkepanjangan, meninggal dunia, atau berpindah/
            mutasi ke  instansi lain.  Dalam  hal terjadi pemberhentian, maka
            menteri  atau pimpinan  lembaga wajib menetapkan bendahara
            pengganti melalui surat keputusan resmi. Proses pemberhentian juga
            harus disertai dengan mekanisme pemeriksaan kas dan serah terima
   214   215   216   217   218   219   220   221   222   223   224