Page 215 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 215

194    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            serta kesesuaian pagu dengan DIPA. PPSPM kemudian menerbitkan
            SPM yang ditandatangani secara elektronik dan dikirim ke KPPN.

                Selanjutnya, KPPN sebagai entitas pencairan dana APBN
            melakukan penelitian dan pengujian secara elektronik atas SPM yang
            diterima dari PPSPM. Proses ini meliputi pemeriksaan kelengkapan,
            akurasi format dan  isi, serta pengujian terhadap perhitungan
            keuangan, ketersediaan dana, dan kesesuaian data kontraktual. Bila
            seluruh komponen terpenuhi secara valid, KPPN menerbitkan Surat
            Perintah Pencairan Dana (SP2D) sebagai dasar penyaluran dana
            kepada penerima. Namun, apabila ditemukan ketidaksesuaian, SPM
            ditolak dan dikembalikan untuk diperbaiki. Proses ini memastikan
            tidak terjadi pemborosan atau penyimpangan anggaran serta menjaga
            disiplin anggaran dalam setiap siklus belanja negara.
                Seluruh proses pengujian dan penyelesaian tagihan  ini
            dilaksanakan  dalam sistem aplikasi yang terintegrasi dan disertai
            penggunaan tanda tangan elektronik tersertifikasi, memperkuat
            legalitas administratif dalam konteks digital  governance.  Waktu
            penyelesaian SPP dan SPM telah ditetapkan secara normatif untuk
            menjaga efisiensi birokrasi dan mencegah keterlambatan pembayaran
            yang  dapat  menghambat  pelaksanaan  kegiatan.  Dengan  demikian,
            prosedur ini bukan sekadar mekanisme administratif, tetapi menjadi
            instrumen vital dalam menjamin akuntabilitas fiskal dan memperkuat
            kualitas pengeluaran negara sesuai prinsip-prinsip manajemen
            keuangan publik yang modern dan berbasis kinerja.
                Selanjutnya, dalam kerangka manajemen pelaksanaan anggaran,
            mekanisme pembayaran tagihan oleh satuan kerja (Satker) merupakan
            tahapan penting yang menjembatani realisasi belanja negara dengan
            pemenuhan kewajiban  kepada  pihak-pihak  penerima  manfaat
            anggaran. Berdasarkan ketentuan  dalam  Pasal 209  s.d. 216 PMK
            Nomor 62 Tahun 2023 jo. PMK Nomor 107 Tahun 2024, pembayaran
            dapat dilakukan melalui dua mekanisme utama, yakni Pembayaran
            Langsung (LS) dan Uang Persediaan (UP). Prinsip normatifnya,
            mekanisme LS merupakan preferensi utama untuk pembayaran
            kepada  pihak  ketiga—baik  aparatur  negara,  penyedia  barang/jasa,
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220