Page 212 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 212

BAGIAN  III   191
                                                            Pelaksanaan

                Dengan demikian, struktur kelembagaan dan otoritas dalam
            sistem perbendaharaan negara bukan  sekadar bentuk organisasi
            teknis, melainkan  mekanisme  konstitusionalisasi  fiskal  yang
            menjamin bahwa  setiap pelaksanaan anggaran mencerminkan prinsip
            hukum, efisiensi manajerial, dan legitimasi publik. Kehadiran sistem
            ini menjadi jaminan bahwa fiskal negara dikelola secara terkontrol,
            bertanggung jawab, dan tidak terlepas dari kerangka hukum yang sah.

            1.3.  Tata Cara Pelaksanaan Anggaran oleh Satuan Kerja

                Pelaksanaan anggaran oleh satuan kerja (Satker) merupakan inti
            dari  operasionalisasi kebijakan fiskal yang telah ditetapkan dalam
            Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia adalah fase
            transaksional yang menghubungkan kebijakan makro fiskal dengan
            pencapaian output layanan publik secara konkret di lapangan. Dalam
            perspektif manajemen  keuangan publik,  tahapan  ini merupakan
            wujud nyata dari prinsip value  for  money, di mana anggaran tidak
            hanya dilihat sebagai instrumen administratif, tetapi sebagai alat
            untuk menghasilkan nilai manfaat bagi masyarakat melalui  proses
            yang akuntabel dan efisien.

                Tahap awal dari pelaksanaan anggaran adalah penetapan
            dokumen pelaksanaananggaran dalam bentuk DIPA. DIPA merupakan
            dokumen resmi yang berisi informasi alokasi anggaran, kode akun,
            target output, volume kegiatan,  dan  satuan harga, serta menjadi
            dasar  hukum  bagi  Satker  dalam  melakukan  pengeluaran  negara.
            PP Nomor 45 Tahun 2013 Pasal 11 menegaskan bahwa pelaksanaan
            kegiatan dan penggunaan anggaran tidak dapat dilakukan sebelum
            DIPA diterbitkan dan disahkan oleh Menteri Keuangan atau pejabat
            yang ditunjuk.  Dalam praktiknya, setelah DIPA disahkan,  Satker
            berkewajiban menyusun Rencana Penarikan Dana (RPD) dan Rencana
            Kegiatan dan Anggaran (RKA Satker) secara rinci, yang menjadi acuan
            dalam perencanaan pelaksanaan kegiatan dan cash management. Hal
            ini diperkuat dalam PMK Nomor 62 Tahun 2023, yang mensyaratkan
            adanya kesinambungan antara pelaksanaan kegiatan, arus kas, dan
            capaian output secara kuantitatif dan kualitatif.
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217