Page 208 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 208

BAGIAN  III   187
                                                            Pelaksanaan

            PMK ini membangun korelasi fungsional antara perbendaharaan
            dan sistem akuntansi pemerintahan, di mana setiap transaksi yang
            dilakukan oleh PA, KPA, atau bendahara harus tercermin secara sah
            dan akurat dalam laporan keuangan yang  sesuai  dengan  standar
            akuntansi pemerintahan.  Artinya, prinsip perbendaharaan negara
            tidak hanya menuntut ketepatan dalam pengeluaran, tetapi juga
            ketaatan dalam pencatatan dan pelaporan.
                Secara konseptual,  prinsip-prinsip perbendaharaan  ini dapat
            dikaitkan dengan teori public financial management yang menekankan
            keseimbangan antara control, compliance, and performance. Kontrol
            atas  keuangan  negara  dilakukan  melalui  penguatan  prosedur
            dan tanggung jawab formal,  ketaatan  diwujudkan melalui  sistem
            otorisasi dan dokumentasi,  sementara  kinerja dicapai  melalui
            efisiensi, efektivitas, dan  akuntabilitas anggaran. Dalam kerangka
            hukum  administrasi negara,  sistem  perbendaharaan negara  juga
            merupakan implementasi dari asas-asas  bestuursrecht, khususnya
            asas  legalitas (rechtmatigheid), kecermatan (zorgvuldigheid), dan
            pertanggungjawaban (verantwoordelijkheid).

                Dengan demikian, memahami prinsip umum  dan ruang
            lingkup  perbendaharaan  negara bukan hanya penting untuk
            memastikan kepatuhan terhadap norma hukum, tetapi juga untuk
            membangun sistem pengelolaan anggaran yang modern, adaptif,
            dan berorientasi hasil. Dalam konteks transformasi birokrasi fiskal
            saat ini, perbendaharaan negara tidak lagi sekadar dipahami sebagai
            mekanisme pembayaran, tetapi sebagai centerpiece dalam ekosistem
            tata kelola keuangan negara yang sehat dan berkelanjutan.

            1.2.  Struktur Kelembagaan dan Otoritas Perbendaharaan
                Salah satu elemen penting dalam sistem perbendaharaan negara
            adalah terbentuknya struktur kelembagaan yang terorganisasi secara
            hierarkis, fungsional,  dan bertanggung  jawab,  sebagai pengemban
            otoritas publik dalam pelaksanaan anggaran. Dalam konteks sistem
            keuangan negara Indonesia,  struktur ini tidak bersifat  statis-
            administratif, melainkan merupakan konstruksi hukum dan organisasi
   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213