Page 204 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 204

BAB  I.

                     PERBENDAHARAAN

                     NEGARA









            Dalam kerangka  sistem  keuangan negara yang rasional, terbuka,
            dan akuntabel,  perbendaharaan  negara  memainkan peran sentral
            sebagai mekanisme pelaksanaan anggaran yang menghubungkan
            antara otorisasi alokasi anggaran dalam APBN dengan realisasi fiskal
            di lapangan. Secara konseptual, fungsi perbendaharaan tidak hanya
            mencakup aspek administratif berupa penerimaan dan pengeluaran
            negara, tetapi juga berperan strategis  dalam  menjamin  efektivitas
            implementasi kebijakan fiskal melalui pengelolaan kas, utang, dan
            likuiditas pemerintah (Allen & Tommasi, 2001; Schick, 1998). Dalam
            teori  public  financial  management,  perbendaharaan  merupakan
            simpul  utama  yang  memastikan  bahwa  setiap  pengeluaran  negara
            dilakukan secara tepat waktu, sesuai tujuan, serta memenuhi prinsip
            value for money (Premchand,  1993; Allen,  Hemming, & Potter,
            2013). Dengan demikian, perbendaharaan negara berfungsi sebagai
            jembatan antara perencanaan fiskal dan hasil pembangunan yang
            terukur, serta menjadi instrumen tata kelola fiskal yang mendukung
            transparansi, akuntabilitas, dan disiplin anggaran.

                Perbendaharaan tidak  hanya dimaknai sebagai fungsi
            administratif terkait pengeluaran  dan penerimaan negara, tetapi
            sebagai  struktur institusional  dan prosedural yang memastikan
            bahwa  pelaksanaan anggaran dilakukan  secara tertib, efisien,  dan
            bertanggung jawab. Posisi strategis perbendaharaan tercermin dalam
   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209