Page 207 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 207

186    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            yang  menjamin  terselenggaranya  fungsi  fiscal stewardship  secara
            menyeluruh dan terpadu.

                Pengaturan    teknis  lebih   lanjut  tentang   pelaksanaan
            perbendaharaan sebagai bagian dari sistem anggaran negara diperkuat
            dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara
            Pelaksanaan APBN, yang telah diubah dengan PP Nomor 50 Tahun
            2018. Dalam  regulasi tersebut, perbendaharaan negara  diposisikan
            dalam konteks implementasi anggaran, dengan memberikan kerangka
            tata kelola bagi aktor-aktor fiskal seperti Pengguna Anggaran (PA),
            Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),
            dan  Bendahara.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  prinsip  akuntabilitas
            melekat  tidak  hanya  pada  institusi,  tetapi  juga  pada  fungsi  dan
            otoritas jabatan dalam struktur pelaksana anggaran. Misalnya, Pasal
            4 PP 45/2013 menyatakan bahwa PA bertanggung jawab secara formal
            dan materiil atas pelaksanaan kebijakan anggaran kementeriannya,
            memperkuat asas personal accountability dalam administrasi publik.

                Kekhususan tanggung jawab bendahara  sebagai aktor utama
            dalam sistem perbendaharaan  ditegaskan dalam  PMK Nomor 162/
            PMK.05/2013 tentang Kedudukan dan Tanggung Jawab Bendahara,
            yang  diperbarui  melalui  PMK  Nomor  230/PMK.05/2016.  Dalam
            peraturan ini, bendahara, baik penerimaan maupun pengeluaran,
            memiliki fungsi  strategis dalam menjaga integritas pelaksanaan
            anggaran di tingkat satuan kerja. Tidak hanya bertugas sebagai kasir
            atau penyimpan dana, bendahara merupakan simpul pengendalian
            internal dan pelaksana fungsi transparansi kas negara. Oleh karena
            itu, pengangkatan, pembinaan, dan bahkan sertifikasi bendahara
            diatur secara ketat, termasuk dalam kaitannya dengan kompetensi
            teknis dan integritas etika fiskal. Ketentuan ini secara implisit
            mencerminkan paradigma  performance-based  accountability, yang
            menuntut profesionalisme dalam pelaksanaan tugas-tugas fiskal.

                Keterkaitan antara prinsip-prinsip normatif perbendaharaan dan
            sistem pelaporan keuangan ditegaskan dalam PMK Nomor 62 Tahun
            2023  tentang  Perencanaan,  Pelaksanaan,  Akuntansi  dan  Pelaporan
            Keuangan, yang telah diubah melalui PMK Nomor 107 Tahun 2024.
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212