Page 209 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 209

188    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            yang menyatukan prinsip delegasi kewenangan, pertanggungjawaban
            individual, dan pengendalian internal secara sistemik.

                Landasan normatif utama mengenai  struktur kelembagaan
            dalam  sistem perbendaharaan negara ditetapkan dalam Undang-
            Undang  Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara,
            khususnya Pasal 4 yang  menyebut bahwa  Menteri atau Pimpinan
            Lembaga adalah Pengguna Anggaran (PA) untuk kementerian atau
            lembaga  yang  dipimpinnya.  PA  tidak  hanya  berwenang  mengelola
            anggaran yang dialokasikan, tetapi juga memiliki kapasitas hukum
            sebagai pemangku tanggung jawab akhir atas penggunaan APBN di
            instansinya. Dalam kerangka hukum administrasi negara, PA adalah
            subjek hukum publik yang memikul  tanggung  jawab  formal  dan
            materiil, sebagaimana ditekankan pula dalam Pasal 4 PP Nomor 45
            Tahun 2013 jo. PP Nomor 50 Tahun 2018.

                PA dapat mendelegasikan sebagian kewenangannya kepada
            pejabat di bawahnya melalui mekanisme penunjukan Kuasa Pengguna
            Anggaran (KPA). Dalam praktiknya, KPA biasanya dijabat oleh kepala
            satuan kerja atau pejabat lain yang ditunjuk secara ex officio, dengan
            kewenangan luas  untuk menyusun  DIPA, menetapkan pejabat
            perbendaharaan  lainnya,  melakukan  pengujian  tagihan,  menyusun
            rencana penarikan dan  pelaksanaan kegiatan, serta bertanggung
            jawab atas pelaksanaan  operasional kegiatan  satuan kerja. Hal ini
            secara eksplisit diatur dalam Pasal 5 sampai Pasal 8 PP 45/2013, yang
            membentuk kerangka hierarki  fiskal  antara PA dan KPA, sekaligus
            memperlihatkan prinsip  desentralisasi  operasional  dalam  kerangka
            sentralisasi tanggung jawab.
                Di bawah KPA, terdapat dua aktor kunci lain yang secara
            struktural mengemban fungsi perbendaharaan: yaitu Pejabat
            Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Penandatangan Surat Perintah
            Membayar (PPSPM). PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan
            oleh PA/KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang
            dapat mengakibatkan pengeluaran anggaran negara. Dalam konteks
            ini, PPK menjadi figur penting dalam pengendalian  commitment
            budget, yang bertanggung jawab atas keabsahan substansi kegiatan,
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214