Page 210 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 210

BAGIAN  III   189
                                                            Pelaksanaan

            perikatan kontraktual, dan dasar legal pengeluaran negara. Sementara
            itu, PPSPM memiliki otoritas untuk melakukan pengujian terhadap
            permintaan pembayaran dan menerbitkan Surat Perintah Membayar
            (SPM),  menjadikannya sebagai  gatekeeper  terakhir dalam  alur
            pengeluaran kas negara. Fungsi-fungsi ini ditegaskan dalam Pasal 1
            angka 12 dan 13 PMK 162/2013 jo. PMK 230/2016, serta secara substantif
            juga muncul dalam Pasal 23 dan 24 PMK Nomor 62 Tahun 2023.
                Pada level pelaksana teknis transaksi  keuangan, struktur
            perbendaharaan  diperkuat  oleh  peran Bendahara Penerimaan dan
            Bendahara Pengeluaran. Mereka adalah individu yang ditunjuk untuk
            menatausahakan,  menyimpan,  menyetor,  atau  membayarkan  uang
            negara dalam pelaksanaan kegiatan yang dibiayai APBN. Tugas mereka
            tidak sekadar mekanis-administratif, melainkan mengandung unsur
            tanggung jawab hukum, termasuk kemungkinan dikenai tuntutan
            perbendaharaan dalam hal terjadi penyimpangan atau kerugian
            negara. PMK 162/2013 secara spesifik mengatur tata cara pengangkatan,
            pemberhentian, pelaporan, hingga pertanggungjawaban bendahara,
            termasuk bentuk-bentuk dokumen  dan pembukuan yang wajib
            diselenggarakan. Pembaruan penting dari regulasi ini hadir melalui
            PMK  230/2016, yang  mengintegrasikan persyaratan sertifikasi
            bendahara sebagai instrumen profesionalisasi jabatan fiskal di tingkat
            satuan kerja, merujuk pada Perpres Nomor 7 Tahun 2016.

                Secara kelembagaan, fungsi  otoritas fiskal tertinggi dalam
            pelaksanaan  anggaran diemban  oleh Menteri Keuangan selaku
            Bendahara  Umum  Negara (BUN),  sebagaimana ditegaskan dalam
            Pasal  13  dan  14  UU  1/2004.  BUN  memiliki  kewenangan  mengelola
            Rekening Kas Umum Negara, menetapkan sistem akuntansi  dan
            pelaporan, serta mengatur prosedur pelaksanaan anggaran. Dalam
            praktiknya, sebagian kewenangan BUN  ini dilimpahkan  kepada
            unit vertikal Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan
            pejabat  yang  ditetapkan  sebagai  Kuasa  BUN.  Relasi  antara  BUN
            dan KPPN mencerminkan prinsip  delegated fiscal authority, yang
            memungkinkan kendali fiskal tetap berada dalam lingkup otorisasi
   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214   215