Page 213 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 213

192    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

                Secara  umum,  pelaksanaan  anggaran  oleh  Satker  terdiri
            dari empat tahapan utama.  Tahap pertama  adalah pelaksanaan
            komitmen oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). PPK bertanggung
            jawab untuk menandatangani kontrak, perikatan, atau dokumen lain
            yang menjadi dasar pengeluaran negara. Dalam sistem pelaksanaan
            anggaran  berbasis  akuntabilitas  fiskal,  komitmen  menjadi  batu
            penjuru yang menandai dimulainya kewajiban negara untuk
            melakukan pembayaran atas beban anggaran. Menurut Pasal 198–206
            PMK 62/2023 jo. PMK 107/2024, pembuatan komitmen merupakan
            tindakan legal yang menyebabkan timbulnya hak tagih kepada negara,
            dan oleh karenanya bersifat mengikat serta tidak  dapat dialihkan
            untuk kebutuhan lain. Komitmen ini dapat berbentuk penetapan
            keputusan oleh pejabat berwenang atau kontrak pengadaan barang/
            jasa. Penetapan keputusan mencakup dokumen administratif seperti
            surat  tugas,  surat  keputusan,  atau  surat  perintah  yang  diterbitkan
            oleh pejabat seperti KPA, PPK, atau pejabat kepegawaian lainnya.

                Sementara itu, komitmen berbentuk kontrak mencakup ragam
            dokumen hukum seperti bukti pembayaran, kuitansi, surat perintah
            kerja,  surat perjanjian,  dan bukti pesanan, yang  masing-masing
            memiliki struktur dan keabsahan tersendiri. Misalnya, surat perintah
            kerja dan surat perjanjian harus  ditandatangani  oleh PPK dan
            penyedia serta memuat informasi penting seperti uraian pekerjaan,
            nilai kontrak, jangka waktu pelaksanaan, dan hak serta kewajiban para
            pihak. Bahkan, bukti pembelian sederhana sekalipun harus memenuhi
            syarat minimum isi sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 201. Setelah
            komitmen dalam bentuk kontrak terbentuk, PPK berkewajiban
            mendaftarkan data kontrak dan data supplier ke KPPN paling lambat
            lima hari kerja sejak penandatanganan, serta memperbaruinya bila
            ada adendum. Proses ini merupakan pengejawantahan prinsip fiscal
            traceability  dan  legal certainty, karena setiap pengeluaran negara
            harus berbasis pada ikatan hukum yang sah dan terdokumentasi
            secara sistemik. Dengan demikian, komitmen bukanlah sekadar niat
            administratif, melainkan instrumen legal formal yang menjustifikasi
            keberadaan beban fiskal negara dan menjadi titik awal dari seluruh
            proses pembayaran dalam siklus APBN.
   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217   218