Page 199 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 199

178    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            memastikan  bahwa  alokasi anggaran  yang disusun K/L  sesuai
            dengan pagu indikatif, prioritas nasional, dan kapasitas fiskal negara.
            Sedangkan DJPb berperan penting dalam  memastikan  penyaluran
            anggaran  melalui  mekanisme  DIPA  berlangsung  sesuai  dengan
            prinsip cash management yang efisien, serta melakukan monitoring
            dan evaluasi atas realisasi anggaran di tingkat satker. Kedua direktorat
            ini juga melakukan reviu substansi dan proses terhadap usulan revisi
            anggaran, penyusunan standar biaya, serta pengesahan penggunaan
            dana PNBP dan hibah yang harus sesuai dengan kerangka hukum
            pengelolaan APBN.

                Satuan kerja  sebagai entitas pelaksana anggaran di tingkat
            operasional menjadi ujung tombak dalam memastikan setiap rupiah
            dari  APBN  dibelanjakan  secara  efisien,  tepat  sasaran,  dan  dapat
            dipertanggungjawabkan. Dalam sistem SAKTI dan aplikasi e-Rekon-
            LK, satker berkewajiban mencatat transaksi anggaran secara real time,
            menyusun laporan pertanggungjawaban, serta melaporkan capaian
            kinerja kepada kementerian induk maupun Kementerian Keuangan.
            Peran aktif satker dalam menjaga integritas data anggaran, mendeteksi
            anomali pelaksanaan, serta menjawab temuan hasil pemeriksaan BPK
            atau APIP merupakan  bagian  integral dari ekosistem  pengawasan
            penganggaran yang sehat.

                Secara keseluruhan, pengawasan penganggaran merupakan kerja
            kolaboratif dan sistemik antara pengendali fiskal, pengawas internal,
            dan pelaksana teknis anggaran. Dalam desain modern pengelolaan
            keuangan  publik, setiap aktor  dalam rantai  ini harus  memiliki
            kapasitas teknokratis, integritas tinggi,  serta kesadaran kolektif
            terhadap pentingnya menjamin setiap belanja negara berkontribusi
            nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik dan kesejahteraan
            masyarakat.

            6.3.  Integrasi Sistem Informasi dalam Perencanaan dan
                 Penganggaran
                Transformasi digital dalam manajemen keuangan negara telah
            menjadi   pilar   fundamental   dalam   memperkuat   akuntabilitas,
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204