Page 195 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 195

BAB  VI.

                     PENGUATAN MUTU DAN

                     AKUNTABILITAS
                     PENGANGGARAN








            Dalam arsitektur keuangan negara yang modern, penguatan mutu
            dan akuntabilitas penganggaran bukan sekadar dimensi teknokratik,
            melainkan  telah  menjadi  pilar  esensial  dalam  menjaga  kredibilitas
            fiskal, efektivitas kebijakan publik, serta kepercayaan masyarakat
            terhadap institusi  negara.  Penganggaran  yang  akuntabel dan
            berkualitas menuntut lebih dari  sekadar pemenuhan prosedur
            administratif—ia mensyaratkan adanya kepatuhan substantif
            terhadap prinsip-prinsip  efisiensi, efektivitas,  prioritas pembangunan,
            serta keterukuran kinerja. Dalam konteks sistem penganggaran
            berbasis kinerja (performance-based budgeting), kualitas  belanja
            menjadi determinan utama keberhasilan program pembangunan dan
            pencapaian sasaran strategis nasional.
                Pemerintah telah merumuskan berbagai regulasi dan instrumen
            kebijakan untuk memastikan agar proses penganggaran tidak hanya
            legal-formal, tetapi  juga rasional dan  berorientasi hasil.  Misalnya,
            dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 62 Tahun 2023
            junto PMK Nomor 107 Tahun 2024 ditegaskan tentang pentingnya
            prinsip value for money, penguatan evaluasi kinerja anggaran, serta
            peran aktif pengawasan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah
            (APIP), Kementerian Keuangan, dan satuan kerja. Di samping itu,
            integrasi sistem informasi keuangan negara seperti SAKTI, OM-SPAN,
            KRISNA, dan e-Rekon menjadi pendorong utama terciptanya sinergi
   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200