Page 193 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 193

172    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            budgeting), di  mana setiap pergeseran,  perubahan, atau  koreksi
            atas RKA dan DIPA harus memiliki landasan legal, administratif,
            dan  subtantif  yang  dapat  dipertanggungjawabkan.  Akuntabilitas
            ini direalisasikan melalui mekanisme pengusulan revisi yang harus
            didasarkan pada dokumen pendukung yang sah, seperti hasil reviu
            internal, kebijakan nasional baru, atau instruksi presiden, sebagaimana
            diatur dalam PMK Nomor 62 Tahun 2023 jo. PMK Nomor 107 Tahun
            2024. Selanjutnya, dalam konteks aplikasi Sistem Aplikasi Keuangan
            Tingkat Instansi (SAKTI), proses revisi terotomatisasi secara digital
            dan terintegrasi dengan database DIPA dan sistem perbendaharaan,
            sehingga setiap langkah revisi tercatat dan dapat diaudit secara real-
            time.

                Sementara itu, evaluasi  kinerja merupakan aspek yang tak
            terpisahkan dari  proses revisi. Dalam  penelaahan  usulan revisi,
            Direktorat Jenderal Anggaran maupun Direktorat  Jenderal
            Perbendaharaan menilai tidak hanya aspek legal-formal, tetapi juga
            relevansi antara rincian anggaran dengan target output dan outcome
            yang  ditetapkan. Dalam hal ini, kebijakan efisiensi  dan efektivitas
            belanja negara menjadi kerangka evaluatif utama. Sebagaimana diatur
            dalam PMK 62/2023,  penelaahan mencakup pencapaian  sasaran
            RKA-K/L terhadap Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja
            K/L), kesesuaian antara  RO/KRO dengan akun dan volume, serta
            keterkaitan antara anggaran dan indikator kinerja. Dengan demikian,
            revisi anggaran menjadi medium untuk memperkuat disiplin kinerja
            dan menjamin konsistensi antara rencana strategis dan realisasi fiskal.

                Transparansi  revisi anggaran  diwujudkan melalui prinsip
            keterbukaan informasi fiskal dan  digitalisasi proses.  Setiap  revisi
            anggaran yang disahkan  tercermin  dalam  dokumen  DIPA  terbaru
            dan dapat diakses melalui portal sistem keuangan pemerintah.
            Dalam kerangka keterbukaan anggaran (open budget), transparansi
            ini berfungsi untuk menghindari budget manipulation, mendorong
            partisipasi publik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat
            terhadap sistem  keuangan  negara.  Proses  ini  juga  memungkinkan
   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198