Page 198 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 198

BAGIAN  II   177
                                                           Penganggaran

            yang dibelanjakan negara harus  membawa manfaat optimal bagi
            kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, prinsip belanja berkualitas
            tidak sekadar  menjadi jargon kebijakan, melainkan manifestasi
            konkret dari etos tata kelola keuangan negara yang rasional, terukur,
            dan berpihak pada kepentingan publik secara berkelanjutan.

            6.2.  Peran APIP, Kementerian Keuangan, dan Satker dalam
                 Pengawasan

                Penguatan mutu dan akuntabilitas penganggaran tidak  dapat
            dilepaskan dari mekanisme pengawasan yang efektif, terstruktur, dan
            terintegrasi di seluruh siklus anggaran. Dalam konteks ini, Aparat
            Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Kementerian Keuangan,
            dan satuan kerja (satker) memegang peran strategis sebagai elemen
            pengawasan internal yang berfungsi  menjaga integritas, efisiensi,
            dan  akuntabilitas  penggunaan  anggaran  negara.  Pengawasan
            yang dilakukan bukan hanya bersifat korektif setelah terjadinya
            penyimpangan, melainkan juga bersifat preventif dan sistemik guna
            memastikan bahwa seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan
            anggaran  sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik (good
            governance).

                APIP,  baik  di  lingkungan  kementerian/lembaga  maupun  pada
            unit pengawasan internal di bawah Badan Pengawasan Keuangan dan
            Pembangunan (BPKP) dan Inspektorat Jenderal, menjalankan fungsi
            sebagai penjamin mutu  (quality assurance) dan konsultan  yang
            memberikan nilai tambah bagi tata kelola anggaran. APIP memiliki
            kewenangan dalam melakukan reviu atas dokumen perencanaan dan
            penganggaran  sebelum disahkan, termasuk  mengawal pemenuhan
            prinsip belanja berkualitas. Peran ini penting  dalam memastikan
            konsistensi antara Rencana Strategis,  Rencana  Kerja Pemerintah,
            hingga  RKA-K/L  agar  terhindar  dari  belanja  yang  tidak  relevan,
            tumpang tindih, atau tidak mendukung sasaran prioritas nasional.
                Kementerian  Keuangan,  melalui  Direktorat  Jenderal  Anggaran
            (DJA) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), menjalankan
            fungsi  pengawasan  fiskal  yang  lebih  makro  dan  regulatoris.  DJA
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203