Page 196 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 196

BAGIAN  II   175
                                                           Penganggaran

            antar tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan
            anggaran dalam satu ekosistem digital yang komprehensif.

                Penguatan mutu dan akuntabilitas penganggaran juga beririsan
            langsung dengan agenda reformasi birokrasi dan good governance.
            Akuntabilitas tidak lagi dimaknai semata sebagai pertanggungjawaban
            keuangan, melainkan  sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja
            atas penggunaan dana publik yang berbasis outcome. Oleh karena
            itu, bab ini akan menguraikan secara sistematis bagaimana prinsip
            belanja berkualitas diimplementasikan, bagaimana peran lembaga-
            lembaga pengawas berjalan sinergis, dan bagaimana sistem informasi
            penganggaran  diintegrasikan dalam proses pengelolaan keuangan
            negarasecara menyeluruh. Bab ini sekaligus menjadi simpul konseptual
            yang menghubungkan perencanaan fiskal dengan pencapaian hasil
            pembangunan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan.

            6.1.  Belanja Berkualitas: Prinsip Efisiensi, Efektivitas, dan
                 Prioritas
                Dalam  konstelasi reformasi pengelolaan keuangan negara,
            konsep belanja berkualitas (quality spending) merupakan episentrum
            dari sistem penganggaran berbasis kinerja (performance-based
            budgeting). Paradigma ini menandai pergeseran orientasi kebijakan
            fiskal dari pendekatan input-based yang menekankan kepatuhan
            administratif semata, menuju pendekatan  outcome-based yang
            menekankan  pada  ketercapaian  hasil  pembangunan  yang  nyata
            dan  terukur.  Pemerintah,  melalui  berbagai  regulasi,  menegaskan
            bahwa  setiap  rupiah  yang  dialokasikan  dari  Anggaran  Pendapatan
            dan Belanja Negara (APBN) harus memiliki  justifikasi rasional,
            berbasis data, serta mencerminkan nilai tambah yang sepadan bagi
            masyarakat. Prinsip belanja  berkualitas secara  eksplisit  termaktub
            dalam berbagai ketentuan, antara lain Peraturan Menteri Keuangan
            (PMK) Nomor 62 Tahun 2023 junto PMK Nomor 107 Tahun 2024, yang
            menyusun pedoman  sistem penganggaran yang  responsif, adaptif,
            dan akuntabel.
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201