Page 191 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 191

170    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            merepresentasikan  berbagai  latar  belakang,  tujuan,  dan  urgensi
            dari  perubahan  Rencana  Kerja  dan  Anggaran  (RKA)  maupun
            DIPA. Tema revisi anggaran tidak  semata-mata  dimaknai sebagai
            pengelompokan administratif, melainkan  sebagai instrumen yang
            merefleksikan dimensi strategis, teknis,  serta kebijakan dari suatu
            perubahan anggaran negara. Pasal 125 sampai dengan Pasal 159 dalam
            PMK Nomor 62 Tahun 2023 jo. PMK Nomor 107 Tahun 2024 secara
            eksplisit  menguraikan  sekurangnya 15 tema revisi anggaran, yang
            masing-masing memiliki pengaturan khusus mengenai jenis revisi,
            kewenangan persetujuan, dan prosedur pengesahan.

                Secara umum, tema-tema  tersebut meliputi:  PNBP,  hibah,
            pinjaman, SBSN, belanja operasional, BA BUN, tunggakan, RO prioritas
            nasional, RO cadangan, penanganan bencana non-alam, persetujuan
            DPR,  informasi  kinerja,  pemberian  hibah  kepada  pemerintah  atau
            lembaga asing, kebijakan penyesuaian belanja negara dan kebijakan
            pemerintah lainnya, serta revisi DIPA yang bersumber dari BA BUN.
            Masing-masing tema ini tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan
            erat dengan struktur penganggaran, kebijakan fiskal sektoral maupun
            nasional, serta  dinamika implementasi program pemerintah di
            lapangan.
                Dalam setiap tema, jenis revisi anggaran sebagaimana ditegaskan
            dalam Pasal  120 tetap  menjadi kerangka dasar, yaitu: (1) revisi
            dengan perubahan pagu anggaran, (2) revisi tanpa perubahan pagu
            (pergeseran), dan (3) revisi administratif. Namun, pada tiap tema,
            ketiga jenis revisi tersebut diterapkan secara kontekstual, bergantung
            pada substansi perubahan dan karakteristik sumber dananya.
            Misalnya, dalam tema PNBP, revisi bisa melibatkan perubahan target
            dan pagu penggunaan, sedangkan dalam tema hibah keluar, revisi
            lebih banyak terkait dengan pencantuman belanja pada DIPA setelah
            persetujuan hibah diberikan.

                Selanjutnya, setiap tema  juga memiliki pengaturan mengenai
            kewenangan  revisi, yaitu  siapa yang berwenang menetapkan atau
            mengesahkan revisi tersebut.  Hal ini mengikuti ketentuan dalam
            Pasal  124  dan  Lampiran  IV  huruf  C  PMK  62/2023, yang  membagi
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196