Page 241 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 241

BAB  III.

                     PENGADAAN BARANG/

                     JASA PEMERINTAH









            Dalam kerangka manajemen keuangan  publik yang akuntabel,
            pengadaan  barang/jasa pemerintah tidak boleh dipandang  semata
            sebagai aktivitas logistik-prokurmen belaka, melainkan sebagai
            instrumen  strategis untuk mewujudkan tiga tujuan fundamental:
            efisiensi  fiskal,  pemerataan  ekonomi,  dan  peningkatan  kualitas
            layanan publik. Secara konseptual, pengadaan barang/jasa merupakan
            bagian integral dari siklus manajemen keuangan negara yang berperan
            sebagai mekanisme implementatif dari kebijakan publik (Thai, 2001;
            Arrowsmith, 2010). Melalui proses pengadaan, sumber daya publik
            dialokasikan  untuk  mengubah  rencana  strategis menjadi  output
            nyata berupa barang, infrastruktur, dan layanan yang dibutuhkan
            masyarakat. Dalam perspektif teori public procurement governance,
            pengadaan  yang  baik  tidak  hanya  menekankan  pada  prinsip  value
            for money,  tetapi juga  pada dimensi transparansi, akuntabilitas,
            persaingan sehat, dan keadilan sosial (OECD, 2015; Wittig, 1999; Thai,
            2009). Dengan demikian, pengadaan menjadi instrumen kebijakan
            ekonomi sekaligus sarana tata kelola pemerintahan yang berorientasi
            pada pencapaian hasil pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

                Secara teleologis, regulasi pengadaan—sebagaimana termaktub
            dalam Perpres Nomor 16 Tahun 2018 beserta perubahannya (Perpres
            Nomor 12 Tahun 2021 sebagai perubahan pertama dan Perpres Nomor
            46 Tahun 2025 sebagai perubahan kedua) dan juga aturan turunannya
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246