Page 242 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 242

BAGIAN  III   221
                                                            Pelaksanaan

            berfungsi sebagai  gatekeeper  yang mendorong transformasi dari
            praktik pengadaan konvensional menuju paradigma berorientasi hasil
            (results-based procurement). Paradigma ini bertumpu pada tiga pilar
            utama: (1) nilai manfaat (value for money), (2) pemberdayaan ekonomi
            lokal melalui afirmasi UMKM, dan (3) transparansi elektronik sebagai
            antitesis dari information asymmetry.
                Secara normatif, pengadaan barang/jasa pemerintah merupakan
            perwujudan prinsip public trust, di mana setiap tahapannya—mulai
            dari perencanaan  RUP (Rencana Umum Pengadaan) hingga  serah
            terima pekerjaan—harus tunduk pada mekanisme checks and
            balances yang ketat. Mekanisme ini dijalankan melalui dua saluran:
            pengawasan internal oleh APIP (Aparat Pengawas Intern Pemerintah)
            dan partisipasi  masyarakat (citizen oversight). Tantangan  utama
            yang muncul terletak pada dialektika antara kepatuhan regulasi
            (compliance-driven)  dan fleksibilitas inovasi, khususnya dalam
            merespons dinamika kebutuhan darurat atau proyek-proyek strategis
            nasional yang memerlukan percepatan tanpa mengorbankan prinsip
            akuntabilitas.

                Bab ini akan menganalisis pengadaan barang/jasa sebagai
            subsistem dari  siklus APBN,  dengan pendekatan holistik yang
            mengintegrasikan tiga dimensi: hukum, ekonomi,  dan tata kelola.
            Fokus  analisis  tidak  hanya  terbatas  pada  black-letter law  (aspek
            tekstual regulasi), tetapi  juga menjangkau  implikasi kebijakan
            (policy implications) serta dimensi sosio-teknikal—seperti disparitas
            kapasitas SDM antardaerah dalam mengadopsi e-procurement—yang
            sering kali menjadi missing link dalam implementasi kebijakan.

            3.1.  Konsep Dasar dan Landasan Hukum Pengadaan Barang/
                 Jasa Pemerintah
                Pengadaan barang/jasa  pemerintah merupakan instrumen
            fundamental dalam tata kelola keuangan negara yang berperan sebagai
            mekanisme transformasi anggaran publik menjadi barang dan jasa
            untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Secara esensial, aktivitas ini
            tidak boleh direduksi sekadar sebagai prosedur administratif belaka,
   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247