Page 247 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 247

226    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

                Sistem sanksi yang komprehensif dan berlapis menjadi penopang
            penting dalam penegakan prinsip dan etika pengadaan. Mekanisme
            sanksi dirancang untuk berlaku adil bagi semua pihak, baik penyedia
            barang/jasa maupun pejabat pengadaan, menciptakan keseimbangan
            dalam  sistem pertanggungjawaban.  Sanksi tidak hanya bersifat
            represif melalui hukuman administratif, tetapi juga preventif dengan
            membangun efek jera melalui mekanisme daftar hitam. Pendekatan
            ini menunjukkan keseriusan negara dalam menciptakan ekosistem
            pengadaan yang bersih dan profesional, sekaligus melindungi
            kepentingan publik dari penyalahgunaan anggaran negara.

                Dalam  perspektif  teori  tata  kelola  pemerintahan,  kerangka
            prinsip dan etika pengadaan merepresentasikan  sintesis antara
            pendekatan  berbasis  aturan  dan  berbasis  nilai.  Pendekatan
            berbasis  aturan  menekankan  kepatuhan  terhadap  norma  formal,
            sementara pendekatan berbasis nilai membangun kesadaran moral
            intrinsik. Sinergi antara kedua pendekatan ini menciptakan sistem
            pengadaan yang tidak hanya kuat secara hukum, tetapi juga memiliki
            ketahanan kultural terhadap praktik-praktik tidak sehat. Model ini
            sejalan dengan perkembangan terkini dalam teori governance yang
            menekankan pentingnya keseimbangan antara hard law dan soft law
            dalam pengaturan sektor publik.

                Implementasiprinsipdanetikapengadaandilapanganmenghadapi
            tantangan kompleks yang memerlukan pendekatan multidimensi. Di
            satu sisi, diperlukan penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber
            daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Di sisi
            lain, perlu dibangun sistem insentif dan disinsentif yang efektif untuk
            mendorong perilaku etis. Pembinaan tidak boleh terbatas pada aspek
            teknis-prosedural semata, tetapi harus mencakup pengembangan
            karakter dan integritas para pelaku pengadaan. Pengalaman
            internasional menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan
            budaya integritas dalam pengadaan pemerintah memerlukan
            komitmen jangka panjang dan kepemimpinan yang konsisten dari
            level paling atas.
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252