Page 245 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 245
224 MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
Dalam aspek penegakan hukum, pengadaan barang/jasa
pemerintah dilengkapi dengan mekanisme sanksi yang jelas, baik
berupa sanksi administratif maupun sanksi pidana bagi pelaku
penyimpangan. Pengaturan ini berfungsi sebagai *deterrent effect*
untuk mencegah penyalahgunaan wewenang, korupsi, atau inefisiensi
dalam proses pengadaan. Dengan demikian, kerangka hukum
pengadaan barang/jasa pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai
pedoman operasional, tetapi juga sebagai instrumen pengawasan dan
pengendalian untuk memastikan integritas seluruh proses.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep dasar dan
landasan hukum pengadaan barang/jasa pemerintah dibangun atas
fondasi yang kuat, menggabungkan aspek ekonomi, hukum, dan
sosial-politik. Regulasi ini berperan tidak hanya sebagai panduan
teknis, tetapi juga sebagai alat kebijakan untuk mencapai tujuan
pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Pemahaman
mendalam terhadap konsep ini menjadi prasyarat mutlak bagi
terciptanya tata kelola pengadaan yang efektif, transparan, dan
berintegritas.
3.2. Prinsip dan Etika dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Pengadaan barang/jasa pemerintah sebagai instrumen strategis
pengelolaan keuangan negara memerlukan fondasi prinsip dan etika
yang kokoh untuk menjamin integritas dan akuntabilitas proses
pengadaan. Sistem pengadaan yang sehat tidak hanya membutuhkan
kerangka hukum yang jelas, tetapi juga memerlukan nilai-nilai dasar
yang menjadi panduan moral bagi seluruh pelaku yang terlibat. Dalam
konteks ini, prinsip dan etika berfungsi sebagai dua sisi mata uang
yang saling melengkapi - prinsip memberikan rambu-rambu teknis
operasional, sementara etika membentuk karakter dan perilaku para
pelaku pengadaan.
Secara paradigmatis, ketujuh prinsip pengadaan, seperti
efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel
- membentuk suatu sistem nilai yang saling terkait dan tidak dapat
dipisahkan. Prinsip efisiensi harus dipahami secara holistik sebagai

