Page 243 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 243

222    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            melainkan harus dipahami sebagai proses strategis yang memiliki
            dampak  signifikan  terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerataan
            pembangunan,  dan  peningkatan  kualitas  pelayanan  publik.  Dalam
            konteks makro, pengadaan pemerintah berfungsi sebagai alat
            kebijakan fiskal yang mampu mendorong percepatan pembangunan
            nasional sekaligus menjadi instrumen redistribusi ekonomi melalui
            pemberdayaan pelaku  usaha domestik, khususnya  Usaha  Mikro,
            Kecil, dan Menengah (UMKM).
                Landasan filosofis pengadaan barang/jasa pemerintah berakar
            pada prinsip-prinsip  good governance, terutama asas transparansi,
            akuntabilitas, dan partisipasi. Prinsip-prinsip ini tidak hanya menjadi
            panduan  normatif,  tetapi  juga  berfungsi  sebagai  rambu-rambu
            etis dalam  seluruh tahapan pengadaan. Dalam perspektif hukum
            administrasi negara, pengadaan barang/jasa merupakan manifestasi
            dari  kewenangan  pemerintah  dalam  mengelola  keuangan  negara
            yang  harus dilaksanakan  berdasarkan  kerangka hukum  yang  jelas
            dan terstruktur. Secara hierarkis, landasan konstitusional pengadaan
            barang/jasa pemerintah bersumber dari amanat pengelolaan keuangan
            negara yang diatur dalam konstitusi, yang kemudian dijabarkan lebih
            rinci dalam undang-undang sektoral dan diimplementasikan melalui
            peraturan pelaksana.

                Secara konseptual,  pengadaan barang/jasa  pemerintah mencakup
            seluruh siklus pengadaan, mulai  dari perencanaan kebutuhan,
            pelaksanaan proses pemilihan penyedia, hingga evaluasi hasil
            pekerjaan. Ruang  lingkupnya  meliputi berbagai  jenis  pengadaan,
            seperti pengadaan barang, pekerjaan konstruksi, jasa konsultansi, dan
            jasa lainnya. Pendekatan holistik ini menegaskan bahwa pengadaan
            pemerintah bukan  sekadar aktivitas pembelanjaan anggaran,
            melainkan suatu sistem terintegrasi yang mempertimbangkan aspek
            kualitas, efisiensi biaya, dampak sosial, dan keberlanjutan.

                Tujuan    pengadaan     barang/jasa   pemerintah    bersifat
            multidimensional,  mencerminkan  kompleksitas  perannya  dalam
            pembangunan  nasional.  Di  satu  sisi,  pengadaan  pemerintah  harus
            mampu menghasilkan value for money, yakni memperoleh barang/
   238   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248