Page 288 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 288
BAGIAN IV 267
Pengendalian
tahap perencanaan, untuk memastikan bahwa rancangan program
telah mempertimbangkan alternatif terbaik, kelayakan teknis, dan
kesesuaian dengan prioritas nasional. Sementara itu, evaluasi on-going
atau pemantauan triwulanan (sebagaimana diatur dalam peraturan
ini) bertujuan mengidentifikasi hambatan selama pelaksanaan,
seperti keterlambatan penyerapan anggaran atau penyimpangan dari
target output, sehingga dapat segera dilakukan koreksi. Yang paling
penting adalah evaluasi ex-post, yang dilaksanakan setelah program
berakhir atau dalam periode tertentu (misalnya akhir tahun anggaran
atau akhir RPJM). Evaluasi ini tidak hanya mengukur capaian output,
tetapi juga menganalisis efektivitas program dalam menghasilkan
outcome, seperti peningkatan akses pendidikan atau penurunan
angka kemiskinan, serta keberlanjutannya setelah pendanaan resmi
berakhir.
Indikator kinerja menjadi tulang punggung evaluasi ini, dirancang
secara hierarkis dari input (sumber daya yang digunakan), output
(barang/jasa yang dihasilkan), hingga outcome (perubahan yang
dihasilkan dari output). Misalnya, dalam program pembangunan
jalan, input diukur dari anggaran dan tenaga kerja, output berupa
panjang jalan yang dibangun, sementara outcome-nya adalah
pengurangan waktu tempuh dan peningkatan aktivitas ekonomi di
wilayah terhubung. Peraturan ini secara eksplisit menekankan bahwa
evaluasi outcome harus membandingkan realisasi hasil dengan target
yang tercantum dalam dokumen perencanaan (seperti Renstra-KL
atau RPJM Nasional), serta mempertimbangkan efisiensi (biaya per
unit output) dan efektivitas (pencapaian outcome relatif terhadap
target).
Kriteria evaluasi yang diamanatkan—efisiensi, efektivitas,
kemanfaatan, dan keberlanjutan—menjadi dasar penilaian kualitas
program. Efisiensi dilihat dari rasio antara output dan input, misalnya
apakah biaya pembangunansatu unitsekolah sesuaistandar. Efektivitas
menilai sejauh mana outcome program memenuhi sasaran, seperti
peningkatan angka partisipasi sekolah. Kemanfaatan menekankan
pada ketepatan sasaran penerima manfaat, sementara keberlanjutan

