Page 331 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 331

310    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

                Keberadaan tindak lanjut yang efektif juga mempengaruhi sikap
            birokrasi dalam mengelola keuangan publik. Ketika rekomendasi
            audit dijalankan secara sungguh-sungguh, budaya kerja yang lebih
            patuh pada aturan, hemat biaya, dan berorientasi hasil akan tumbuh.
            Hal ini secara perlahan memperbaiki reputasi lembaga publik di mata
            rakyat. Integritas, transparansi, dan akuntabilitas bukan lagi sekadar
            jargon, tetapi menjelma menjadi praktik keseharian birokrasi yang
            diawasi, dievaluasi, dan diperbaiki secara berkelanjutan melalui audit
            keuangan publik yang kuat.

                Dengan demikian, audit keuangan publik tidak hanya berfungsi
            sebagai mekanisme teknis memeriksa laporan dan menegur kesalahan,
            tetapi berperan strategis sebagai fondasi pembangunan tata kelola
            fiskal yang sehat. Setiap rekomendasi yang dihasilkan, setiap rupiah
            kerugian yang dikembalikan, dan setiap sanksi yang ditegakkan
            adalah penegas bahwa  negara memiliki komitmen  untuk menjaga
            uang rakyat dari kebocoran dan penyalahgunaan.  Di sinilah letak
            nilai audit keuangan publik sebagai penghubung kepercayaan antara
            negara dan masyarakatnya—bahwa keuangan publik harus dikelola,
            diperiksa, dan dipertanggungjawabkan secara jujur, transparan, dan
            berkeadilan.
   326   327   328   329   330   331   332   333   334   335   336