Page 334 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 334

BAGIAN V   313
                                                              Pelaporan




                     BAB  I.

                     PELAPORAN

                     KEUANGAN PUBLIK









            Dalam pengelolaan keuangan negara, pelaporan keuangan publik
            menempati  posisi  yang sangat penting  sebagai wujud  nyata
            pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat. Sebagai instrumen
            akuntabilitas,  pelaporan  keuangan  tidak  hanya  mencatat  angka-
            angka  belaka,  tetapi memuat narasi  atas  bagaimana  sumber  daya
            publik  dikelola,  dialokasikan, dan  dimanfaatkan  demi  tercapainya
            tujuan bernegara. Dalam perspektif teori akuntabilitas publik, laporan
            keuangan  berfungsi  sebagai media komunikasi  antara pemerintah
            sebagai agen dan masyarakat sebagai prinsipal untuk menilai sejauh
            mana  tanggung  jawab  pengelolaan  sumber  daya  publik  dijalankan
            secara transparan dan efisien (Guthrie et al., 1999;  Broadbent  &
            Guthrie, 2008). Kualitas pelaporan keuangan publik mencerminkan
            tingkat  integritas, keandalan,  serta kredibilitas pemerintah  dalam
            menjalankan mandatnya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat
            (Ball, 2012). Dengan demikian, pelaporan keuangan publik berperan
            strategis dalam  memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan
            kualitas  pengambilan  keputusan,  serta memperkokoh fondasi tata
            kelola pemerintahan yang baik (good governance).

                Dalam sistem keuangan publik Indonesia, kewajiban untuk
            menyusun dan  menyajikan laporan  keuangan telah diatur  dan
            dipertegas melalui berbagai regulasi sebagai pelaksana Pasal 55 ayat
            (5) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
   329   330   331   332   333   334   335   336   337   338   339