Page 348 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 348

BAGIAN V   327
                                                              Pelaporan

            dijalankan  melalui  struktur  yang  solid,  di  mana  Kantor  Pelayanan
            Perbendaharaan  Negara  (KPPN)  berperan  sebagai  instansi  vertikal
            yang mendukung fungsi BUN di daerah. KPPN bertanggung jawab
            memastikan seluruh transaksi di tingkat satuan kerja telah dicatat dan
            dilaporkan sesuai ketentuan, serta melakukan rekonsiliasi atas data
            yang dikirimkan satker ke tingkat pusat. KPPN tidak hanya berfungsi
            sebagai pembayar anggaran, tetapi juga sebagai penghubung antara
            Kuasa BUN dan entitas pelaporan di kementerian/lembaga.
                Dalam  struktur pertanggungjawaban anggaran, peran Kuasa
            Bendahara Umum Negara atau Kuasa BUN juga tidak kalah penting.
            Kuasa BUN adalah pejabat yang diberi kewenangan untuk dan atas
            nama BUN mengelola uang negara  dalam ruang lingkup bagian
            anggaran tertentu. Kuasa BUN memiliki tanggung jawab administratif
            dan substantif untuk memastikan  bahwa setiap transaksi yang
            dilakukan di bawah otoritasnya tercatat dan dilaporkan secara benar.
            Sementara itu,  di tingkat operasional, Kuasa Pengguna Anggaran
            (KPA) bertanggung jawab secara langsung atas pelaksanaan anggaran
            pada satuan kerja. KPA harus memastikan seluruh bukti transaksi
            tersedia, data keuangan tertib, dan laporan keuangan di tingkat satker
            dapat direkonsiliasi ke level entitas akuntansi yang lebih tinggi.
                Satuan kerja menjadi simpul awal  dari  rantai akuntansi
            pemerintah. Setiap satker bertindak sebagai entitas akuntansi yang
            wajib melakukan pencatatan, pengendalian intern, penyusunan
            laporan  keuangan,  hingga  pelaporan  kepada  KPPN  dan  unit
            vertikal terkait. Peran satuan kerja ditegaskan tidak hanya sebagai
            pelaksana belanja, tetapi juga sebagai penyedia data akuntansi yang
            menjadi dasar  laporan keuangan pemerintah secara keseluruhan.
            Akurasi, ketepatan waktu, dan kepatuhan satker dalam  menyusun
            laporan keuangan sangat memengaruhi kualitas laporan di tingkat
            kementerian/lembaga hingga laporan keuangan pemerintah pusat.

                Penerapan tata kelola penyusunan  dan pertanggungjawaban
            laporan keuangan juga tercermin dalam praktik yang dijalankan oleh
            satuan kerja di lingkungan Kementerian ATR/BPN, seperti pada Kantor
            Pertanahan Kota Batam. Seluruh transaksi keuangan, baik yang terkait
   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353