Page 349 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 349

328    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            dengan kegiatan operasional rutin maupun program prioritas seperti
            Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap  (PTSL), didokumentasikan
            dan dicatat secara sistematis sesuai dengan kaidah yang ditetapkan
            dalam Standar Akuntansi Pemerintahan. Guna menjamin akurasi dan
            konsistensi data, satuan kerja secara berkala melakukan rekonsiliasi
            bulanan  dengan KPPN Batam,  sehingga potensi  perbedaan antara
            laporan keuangan internal dengan data yang tercatat dalam sistem
            di tingkat Kementerian Keuangan dapat diminimalisir. Di samping
            itu,  Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), bersama Pejabat  Pembuat
            Komitmen (PPK) dan bendahara,  secara  rutin menyusun  laporan
            keuangan dan  dokumen Catatan  Hasil Reviu Pengendalian Intern
            atas Pelaporan Keuangan (CHR PIPK) sebagai bagian dari mekanisme
            pengendalian  intern  sebelum  laporan  tersebut  disampaikan  secara
            berjenjang ke  Kantor Wilayah dan  selanjutnya ke tingkat pusat.
            Praktik ini menegaskan bahwa akuntabilitas dan pelaporan keuangan
            bukan semata-mata kewajiban administratif, melainkan juga wujud
            komitmen kelembagaan terhadap prinsip transparansi dan integritas
            dalam pengelolaan keuangan negara.

                Laporan keuangan yang disusun oleh masing-masing
            kementerian/lembaga  serta  oleh  Bendahara  Umum  Negara
            (BUN),  sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan
            Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan pengelolaan
            perbendaharaan negara, wajib disampaikan kepada Presiden melalui
            Menteri Keuangan paling lambat dua bulan setelah berakhirnya tahun
            anggaran. Selanjutnya, laporan-laporan  tersebut dikompilasi  dan
            dikonsolidasikan oleh Menteri Keuangan menjadi Laporan Keuangan
            Pemerintah Pusat (LKPP) sebagai representasi akuntabilitas fiskal
            nasional,  yang disampaikan  kepada Presiden untuk kemudian
            diteruskan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) paling lambat
            tiga bulan setelah penutupan tahun anggaran. Tahapan akhir dari
            proses ini adalah pelaksanaan audit oleh BPK, yang bertujuan untuk
            menilai kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip
            transparansi, akuntabilitas, dan Standar Akuntansi Pemerintahan.
            Opini yang diberikan BPK atas laporan keuangan tersebut menjadi
            indikator objektif atas kualitas pengelolaan keuangan negara dan dasar
   344   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354