Page 354 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 354

BAB  II.

                     PELAPORAN

                     KINERJA PUBLIK









            Dalam  kerangka  manajemen keuangan publik modern, pelaporan
            kinerja telah menjadi salah satu fondasi penting yang mendukung
            terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel,
            dan berorientasi hasil. Pelaporan kinerja tidak lagi dipandang sebagai
            kewajiban administratif  semata, melainkan  sebagai  instrumen
            strategis yang mendemonstrasikan  komitmen  instansi pemerintah
            untuk  bertanggung  jawab  atas  penggunaan  sumber  daya  publik
            dan pencapaian tujuan  pembangunan. Paradigma akuntabilitas
            kinerja  semakin  diperkuat  melalui  pengaturan  yang  rinci  mulai
            dari penyusunan perjanjian kinerja, pelaporan periodik, hingga
            mekanisme reviu dan evaluasi.

                Dalam konteks  siklus APBN, pelaporan kinerja hadir  sebagai
            simpul akhir dari rangkaian perencanaan, penganggaran, pelaksanaan,
            dan pengawasan. Setiap entitas pemerintah, baik di tingkat pusat
            maupun daerah, dituntut tidak hanya  mampu merencanakan  dan
            melaksanakan program, tetapi juga menyajikan laporan kinerja yang
            dapat diukur, dibandingkan, dan dievaluasi secara objektif. Praktik
            ini tidak hanya meningkatkan kredibilitas pengelolaan fiskal, tetapi
            juga membangun kepercayaan publik melalui informasi yang relevan
            tentang sejauh mana target pembangunan telah tercapai. Oleh karena
            itu, memahami pelaporan kinerja publik bukan sekadar memahami
            format dan teknis penyusunan, melainkan juga memahami filosofi,
   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359