Page 355 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 355

334    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            kerangka  hukum,  serta  implikasinya  bagi  penguatan  reformasi
            birokrasi dan tata kelola keuangan negara secara menyeluruh.

            2.1.  Landasan Filosofis dan Kerangka Hukum Pelaporan Kinerja
                Pelaporan kinerjapublik lahir dari kesadaran bahwa pemerintahan
            yang baik tidak dapat dipisahkan dari kewajiban moral dan hukum
            untuk mempertanggungjawabkan setiap tindakan  dan kebijakan
            yang menggunakan sumber daya negara. Akuntabilitas kinerja adalah
            penegasan bahwa keberhasilan suatu instansi pemerintah tidak hanya
            diukur dari penyerapan  anggaran atau banyaknya program yang
            dijalankan, tetapi dari sejauh mana program tersebut menghasilkan
            manfaat nyata bagi masyarakat dan menjawab tujuan pembangunan
            nasional. Dengan demikian, akuntabilitas kinerja menuntut setiap
            unit birokrasi untuk bekerja berdasarkan prinsip  hasil, kejelasan
            target, serta ukuran yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan
            di hadapan publik. Dalam praktiknya, hal ini mendorong perubahan
            paradigma  dari sekadar pelaporan  administratif menjadi  sistem
            pelaporan yang berorientasi pada hasil (result-oriented government)
            yang terintegrasi dengan manajemen kinerja modern.

                Keterkaitan  pelaporan  kinerja  dengan  siklus  perencanaan
            dan penganggaran terjalin erat melalui mekanisme yang saling
            menguatkan.  Pelaporan  kinerja  bukanlah  tahap  akhir  yang  berdiri
            sendiri, melainkan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan siklus
            anggaran negara, dimulai dari perumusan rencana strategis,
            penetapan program dan kegiatan, penyusunan rencana kerja, hingga
            pengalokasian  anggaran.  Setiap  dokumen  anggaran  pada  dasarnya
            membawa tanggung jawab kinerja yang harus diwujudkan  dalam
            bentuk  output  dan outcome terukur, yang kemudian dilaporkan
            secara  periodik sebagai refleksi capaian  pelaksanaan  anggaran.
            Dalam  kerangka  inilah, hubungan antara dokumen perencanaan,
            dokumen pelaksanaan anggaran, dan laporan kinerja terjalin sebagai
            satu siklus pertanggungjawaban publik. Hal ini menegaskan bahwa
            akuntabilitas tidak sekadar berarti mematuhi prosedur administrasi,
   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359   360