Page 360 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 360

BAGIAN V   339
                                                              Pelaporan

            berfungsi sebagai dasar monitoring dan evaluasi oleh Kantor Wilayah
            maupun Inspektorat Jenderal ATR/BPN.

                Tanggung jawab penandatanganan  perjanjian kinerja terdistribusi
            di seluruh level organisasi, menegaskan bahwa komitmen kinerja
            bukan hanya beban pimpinan puncak. Di tingkat kementerian/
            lembaga, perjanjian  ditandatangani oleh menteri atau pimpinan
            lembaga dengan pejabat di bawahnya. Di tingkat unit kerja eselon,
            dokumen ditandatangani  antara pejabat eselon I dengan menteri
            atau pimpinan lembaga. Di daerah, gubernur, bupati, atau wali kota
            menandatangani perjanjian dengan pimpinan  SKPD.  Mekanisme
            berjenjang ini tidak hanya mendistribusikan tanggung jawab kinerja
            secara merata, tetapi juga memperkuat budaya saling  mengawasi
            (checks and balances) di internal birokrasi. Hubungan vertikal yang
            jelas membuat setiap pihak terikat pada target yang telah disepakati
            dan membuka  ruang untuk supervisi, pembinaan, serta penilaian
            kinerja yang lebih objektif.

                Dengan adanya kewajiban menyusun perjanjian kinerja yang
            diatur melalui berbagai regulasi teknis, maka sistem pengendalian
            internal birokrasi diperkuat dengan standar dan prosedur yang baku.
            Jika terjadi perubahan strategi, alokasi anggaran, atau pergeseran
            prioritas, maka perjanjian kinerja dapat direvisi melalui mekanisme
            yang diatur secara resmi. Hal ini penting untuk menjaga fleksibilitas
            dalam menghadapi dinamika kebijakan tanpa mengorbankan
            akuntabilitas. Pada akhirnya, keberadaan perjanjian kinerja menjadi
            simbol perubahan pola pikir birokrasi dari orientasi input ke orientasi
            output dan outcome,  sekaligus menjadi instrumen kunci untuk
            mendukung reformasi birokrasi yang berkelanjutan.

            2.3.  Penyusunan dan Penyampaian Laporan Kinerja
                Dalam kerangka akuntabilitas publik, laporan kinerja memegang
            peranan sentral sebagai wujud pertanggungjawaban instansi
            pemerintah atas pelaksanaan program dan penggunaan anggaran
            negara. Laporan kinerja bukan sekadar catatan administratif,
            melainkan ringkasan sistematis yang menjelaskan sejauh mana suatu
   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364   365