Page 363 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 363

342    MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
                   Ilustrasi Pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

            dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan fiskal di tahun
            berikutnya.

                Terkait mekanisme penyampaian, laporan kinerja disusun secara
            berjenjang mulai dari unit kerja di tingkat operasional, dirangkum di
            tingkat unit organisasi, kemudian dikompilasi di tingkat kementerian
            atau lembaga. Di daerah, pola serupa diterapkan pada level satuan kerja
            perangkat daerah hingga pemerintah kabupaten/kota atau provinsi.
            Setelah dirangkum di tingkat puncak, laporan kinerja disampaikan
            kepada  kementerian  teknis  terkait, kementerian keuangan sebagai
            penanggung jawab fiskal, dan kementerian  pendayagunaan
            aparatur negara sebagai pengampu reformasi birokrasi. Batas waktu
            penyampaian umumnya diatur paling lambat dua bulan setelah
            tahun anggaran berakhir. Ketepatan waktu menjadi indikator penting
            yang menunjukkan keseriusan instansi pemerintah dalam menjaga
            integritas akuntabilitas publik.

                Dengan demikian, penyusunan dan penyampaian laporan kinerja
            bukan hanya kewajiban formal, tetapi bagian dari siklus akuntabilitas
            berkelanjutan yang mendukung penguatan tata kelola pemerintahan.
            Laporan kinerja yang disusun dengan format yang jelas, data yang
            sahih, serta disampaikan tepat waktu akan menjadi instrumen vital
            dalam menilai efektivitas kebijakan, merumuskan strategi perbaikan,
            dan  meningkatkan  kepercayaan  publik.  Dalam  jangka  panjang,
            praktik pelaporan yang konsisten dan akurat diharapkan mampu
            membangun budaya kerja birokrasi yang bertumpu pada hasil, bukan
            hanya prosedur, sehingga keberadaan anggaran negara benar-benar
            menjelma menjadi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

            2.4.  Reviu dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja
                Dalam praktik manajemen kinerja sektor publik, reviu dan
            evaluasi memiliki kedudukan yang  sama pentingnya  dengan
            penyusunan laporan itu sendiri. Reviu pada dasarnya adalah kegiatan
            penelaahan secara internal yang dilakukan untuk memastikan bahwa
            laporan kinerja yang disusun telah memenuhi standar kelengkapan,
            keandalan, dan konsistensi dengan rencana serta perjanjian kinerja
   358   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368