Page 362 - MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK: PRINSIP, REGULASI, DAN IMPLEMENTASI
P. 362
BAGIAN V 341
Pelaporan
terhadap hak publik untuk mengetahui bagaimana uang negara
digunakan dan untuk apa manfaatnya dirasakan.
Contoh implementasi di lingkungan Kementerian ATR/
BPN dapat dilihat pada praktik di satuan kerja Kantor Pertanahan
Kota Batam, yang secara rutin menyusun laporan kinerja tahunan
berdasarkan realisasi capaian sasaran kegiatan sebagaimana
tertuang dalam perjanjian kinerja. Laporan tersebut menguraikan
pencapaian indikator secara rinci, selaras dengan target yang telah
disepakati dalam dokumen perjanjian tersebut. Penyusunan laporan
diawali dengan pengumpulan data capaian indikator dari masing-
masing seksi, yang selanjutnya dikompilasi dan dinarasikan oleh
unit perencanaan berdasarkan sistematika pelaporan yang diatur
dalam ketentuan regulatif. Setelah itu, laporan tersebut diverifikasi
oleh pimpinan satuan kerja sebelum disampaikan kepada Kantor
Wilayah. Kantor Wilayah, pada gilirannya, menyusun laporan kinerja
akumulatif berdasarkan data yang dihimpun dari kantor-kantor
pertanahan di bawah koordinasinya. Data kinerja yang dihimpun
ini turut menjadi bagian dari penyusunan laporan kinerja tingkat
kementerian, serta menjadi referensi penting dalam evaluasi dan
perumusan program kerja tahun anggaran berikutnya. Praktik ini
memperlihatkan bahwa laporan kinerja memiliki fungsi strategis
sebagai instrumen pengendalian manajerial yang integral dalam
siklus akuntabilitas kinerja organisasi.
Penyusunan laporan kinerja tidak dapat dilepaskan dari kerangka
waktu dan prosedur yang baku. Dokumen ini wajib disusun setiap akhir
tahun anggaran setelah seluruh program dan kegiatan dilaksanakan,
sebagai penutup siklus manajemen keuangan publik. Proses
penyusunan umumnya diawali dengan pengumpulan data capaian
dari satuan kerja, kemudian dilakukan pengolahan, analisis, dan
penyusunan narasi kinerja secara sistematis. Dalam praktiknya, setiap
pimpinan entitas akuntabilitas bertanggung jawab atas kebenaran
data dan ketepatan waktu penyampaian laporan. Mekanisme ini diatur
secara tegas dalam berbagai regulasi sebagai instrumen penegakan
disiplin birokrasi sekaligus jaminan bahwa laporan yang disampaikan

