Page 54 - Menuju Penataan Ruang dan Pengelolaan Pertanahan yang Berkelanjutan dan Berkeadilan
P. 54
Akses Reform dan Analisis Ekonomi Berbasis Potensi Wilayah: 45
Studi Kasus di Kalurahan Genjahan, Gunung Kidul
nilai persentase di atas 90%. Perikanan dan perkebunan masing-
masing menjadi sektor kedua dan ketiga dengan persentase 5% dan
2%, sangat jauh dari sektor pertanian. Untuk mata pencaharian lain
memiliki persentase rata-rata dibawah 1%.
5. Luas penguasaan aset ekonomi produksi (kepemilikan tanah)
Kepemilikan tanah di sebagai aset ekonomi memegang peran
yang penting pula, apalagi tanah relatif merupakan media di dalam
memenuhi kebutuhan pangan, yaitu sektor pertanian. Oleh karena
itu luas penguasaan/pemilikan tanah dapat pula digunakan sebagai
salah satu indikator di dalam mengamati kesejahteraan masyarakat.
Tentu saja dengan asumsi semakin luas tanah semakin tinggi
hasil pertanian yang diproduksi. Berdasarkan data di lapangan,
penguasaan/pemilikan aset ekonomi produksi dalam hal ini tanah
dapat disajikan dalam tabel 9 berikut:
Tabel 5. Luas penguasaan/kepemilikan tanah
Luas Tanah Jumlah (Jiwa) Persentase
0.1 - 0.2 ha 483 53.49%
0.21 - 0.3 ha 224 24.81%
0.31 - 0.4 ha 127 14.06%
0.41 - 0.5 ha 56 6.20%
0.51 - 0.6 ha 13 1.44%
Total 903 100.00%
Sumber: Monografi kalurahan Genjahan, 2021
Berdasarkan tabel 5 di atas menunjukkan bahwa luas penguasaan
atau kepemilikan tanah didominasi oleh pemilik tanah berskala
kecil, yaitu antara 0.1 – 0.2 ha dengan jumlah sebanyak 483 orang
atau jika dipersentasekan sebanyak 53,49%. Untuk penguasaan/
pemilikan tanah, ternyata tidak ada yang luasnya lebih dari 0,6 ha,
atau lebih dari 6.000 m .
2

