Page 158 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 158

Evaluasi Proses Pendaftaran Tanah  ...     141

            manual pada masa sekarang sudah harus dikelola dengan Teknologi
            Digital mengingat semakin kompleks dan banyaknya data yang harus
            dikelola.  Dalam  menyikapi perkembangan Teknologi Informasi da-
            lam pengelolaan data kadaster kelompok kerja 7.1 dari Komisi 7 FIG
            (International Federation of  Surveyors)  pada tahun 1994 mengeluar-
            kan 6 pernyataan yang merupakan visi dan misi kadaster di seluruh
            dunia  yang  dikenal  dengan  visi  Kadasster  2014  (FIG,  1998),  yang
            bertujuan  untuk:
              Merefleksikan perkembangan masa depan kadaster
              Mengevaluasi tren dalam kadaster dan menghasilkan visi di mana
               sistem kadaster akan ke depan dua puluh tahun lagi
              Menunjukkan  bagaimana perubahan  tersebut  akan dicapai dan
               menjelaskan teknologi yang akan digunakan dalam melaksanakan
               perubahan ini
                 Dalam 6 pernyataan tersebut muatan yang sangat penting yang
            perlu digarisbawahi adalah pengelolaan data-data kadaster dengan
            cara-cara  manual  sudah  tidak  efisien  lagi  sehingga  implementasi
            Teknologi Informasi untuk mendukung kadaster merupakan sesuatu
            yang wajib dilakukan.
                 Kementerian  Agraria  dan  Tata  Ruang/BPN  yang  merupakan
            lembaga  pemerintah  yang  mempunyai  amanat  dalam  melakukan
            proses pendaftaran tanah dan kadaster tentu saja sangat berkepen-
            tingan  dalam  melaksanakan  visi  dan  misi  yang  tertuang  dalam
            kadaster 2014 tersebut. Selama kurun waktu dari tahun 1994 sampai
            dengan  2014  seiring  dengan  waktu  pencapaian  visi  yang  terdapat
            dalam  pernyataan  kadaster  2014,  BPN  telah  melakukan  pengem-
            bangan-pengembangan  teknologi  dengan  proyek-proyek  berbasis
            Teknologi  Informasi  dalam  rangka  mengembangkan  Sistem  Infor-
            masi  Pertanahan  di  Indonesia.  Proyek  Komputerisasi  Pelayanan
            Pertanahan pertamakali diluncurkan pada tahun 1997 melalui proyek
            yang  bernama  Land  Office  Computerization  (LOC)  phase  pertama
            dilanjutkan dengan phase 2A pada tahun 1999 yang diikuti oleh 38
            Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia terutama Kantor Pertanahan
            di Pusat Pemerintahan yaitu di DKI Jakarta (HAROEN et al., 2004).
            Proyek-proyek  berbasis  Teknologi  Informasi  untuk  meningkatkan
            proses  pelayanan  pertanahan  tersebut  berlangsung  hingga  saat  ini
            dimana LOC yang merupakan proyek awal komputerisasi pelayanan
   153   154   155   156   157   158   159   160   161   162   163