Page 176 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 176

Evaluasi Proses Pendaftaran Tanah  ...     159

               untuk mengatasi keterbatasan SDM di internal lembaga Kemen-
               terian Agraria dan Tata Ruang/ BPN.
              Perlunya gerakan nasional mendaftaran tanah sehingga pendaf-
               taran tanah tidak bersifat Voluntery (sukarela) namun merupakan
               kewajiban  bagi  warga  negara  untuk  kepentingan  implementasi
               kebijakan  pembangunan.  Hal  tersebut  patut  dijadikan  bahan
               pemikiran karena jika mengandalkan kesukarelaan maka target
               pendaftaran tanah untuk mendapatkan informasi lengkap akan
               sulit tercapai.

            2.  Kebijakan yang berkaitan dengan Aspek Legal
            Tanah  telah  berkembang  menjadi  sumberdaya  yang  semakin  stra-
            tegis  karena  jumlahnya  yang  terbatas  dan  semakin  beragamnya
            kepentingan  yang  berkaitan  dengan  tanah.  Hal  ini  menyebabkan
            peranan tanah sangat besar bagi pemenuhan hajat hidup manusia.
            Dinamika masalah pertanahan mempunyai muatan kerumitan yang
            tinggi,  hal  ini  disebabkan  oleh  realitas  yang  menunjukkan  bahwa
            kebutuhan manusia akan tanah senantiasa meningkat seiring dengan
            laju pembangunan di segala bidang. Di lain pihak secara kuantitatif
            jumlah  tanah  tidak  bertambah  luasnya.  Berdasarkan  kenyataan
            tersebut di atas, maka di bidang pertanahan dituntut untuk menge-
            lola tanah yang tersedia secara optimal, sehingga secara profesional
            masingmasing kepentingan dapat diakomodir dan dikoordinasikan
            dengan baik. Hal tersebut penting karena fungsi pemerintah, adalah
            mengatur, memerintah, menyediakan fasilitas serta memberi pela-
            yanan  kepada  masyarakat.  Kebijaksanaan  tersebut pada  umumnya
            adalah  rincian  lebih  lanjut  dari  ketentuan  UUPA  yang  diperlukan
            untuk melaksanakan prinsip-prinsip dasar hukum pertanahan nasio-
            nal guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan pembangunan. Salah
            satu  kebijakan  pemerintah  di  bidang  pertanahan  yaitu  dikeluar-
            kannya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaf-
            taran Tanah. Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pendaftaran
            tanah  berdasarkan  PP  24/1997,  pemerintah  dalam  hal  ini  Badan
            Pertanahan  Nasional  membuat  perencanaan  untuk  menyelesaikan
            pembuatan sertipikat tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia
   171   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181