Page 174 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 174

Evaluasi Proses Pendaftaran Tanah  ...     157

                 Dalam melakukan redesign Proses Pendaftaran Tanah di Indo-
            nesia,  terdapat  beberapa  permasalahan  utama  yang  patut  diper-
            timbangkan antara lain sebagai berikut:
              Anggaran  negara  untuk  proses  Pendaftaran  Tanah  terbatas
               sedangkan pengukuran kadaster teliti seperti yang diterapkan di
               Indonesia selama ini merupakan komponen yang memakan biaya
               besar.
              Jumlah  Petugas  ukur  yang  terbatas  sementara  untuk  penam-
               bahannya diperlukan biaya yang tidak sedikit.
              Luas  daerah  yang  akan  dipetakan  yang  besar  dengan  kondisi
               indonesia merupakan negara kepulauan, kondisi geografis yang
               beragam, dengan kondisi sarana transportasi yang beragam pula.
              Banyaknya masyarakat yang masih belum tercukupi kebutuhan
               pokoknya sehingga tidak begitu memperhatikan untuk mengikuti
               proses pendaftaran tanah.
              Banyaknya  daerah  dengan  kondisi  sosial  dan  sistem  adat  yang
               bervariasi.
              Masih fokus pada usaha pemberian perlindungan hukum dengan
               pengukuran  akurat  dan  belum  memperhatikan  kelengkapan
               informasi  pertanahan  yang  bisa  digunakan  untuk  pelaksanaan
               pembangunan maupun pihak-pihak yang membutuhkan.
                 Dengan kondisi-kondisi tersebut diatas perlu kiranya dilakukan
            langkah-langkah terobosan untuk perbaikan sistem dengan meng-
            gunakan prinsip-prinsip fit for purpose  yaitu:
              Dengan mengingat kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat akan
               proses pendaftaran tanah yang beragam, Kementerian Agraria dan
               Tata  Ruang/BPN  perlu  melakukan  pemilahan  terhadap  Objek
               Pendaftaran Tanah berdasarkan ketelitian data spasial yang akan
               didapatkan.  Dengan  pemilahan  tersebut  diharapkan  besarnya
               faktor  pembiayaan  untuk  pengukuran  dapat  ditekan.  Untuk
               wilayal pedesaan ketelitian pengukuran bidang tanah bisa lebih
               rendah  dibandingkan  dengan  daerah  perkotaan,  begitu  juga
               untuk tanah-tanah adat mempunyai ketelitan lebih rendah diban-
               dingkan  individual  title/freehold  title  (hak  milik).  Ketelitian
               tersebut dapat secara bertahap ditingkatkan berdasarkan kebu-
               tuhan.
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179