Page 170 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 170
Evaluasi Proses Pendaftaran Tanah ... 153
d. Terdapat usaha untuk semakin memberdayakan Surveyor
berlisensi dengan menambah kuantitas maupun perannya dalam
pengukuran dan pemetaan kadastral di Indonesia.
Tantangan-tantangan yang berasal dari lingkungan luar BPN:
a. Jangka waktu pelayanan Pendaftaran Tanah dirasa masih belum
sesuai dengan SOP oleh sebagian masyarakat.
b. Biaya pelayanan Pendaftaran Tanah masih belum sebanding
dengan tingkat pelayanannya.
c. Kemampuan Sistem dalam menfasilitasi feed back/saran/ keluhan
masih dirasa kurang oleh sebagian masyarakat.
d. Kelengkapan Informasi pertanahan masih kurang.
e. Jaminan Kepastian dan perlindungan hukum terhadap tanah
masih dirasa kurang.
f. Kemutakhiran dan validitas informasi yang diberikan masih
dirasa kurang.
Dari temuan-temuan tersebut dapat dibangun strategi-strategi
dengan membandingkan antar komponen. 4 tipe strategi yang dapat
diturunkan adalah sebagai berikut:
1. Strategi S-O dengan memanfaatkan kesempatan yang sesuai
dengan kekuatan-kekuatan yang ada.
2. Strategi W-O yang akan mengatasi kelemahan dengan meman-
faatkan kesempatan.
3. Strategi S-T yang akan menggunakan kekuatan untuk mengurangi
ancaman.
4. Strategi W-T yang merupakan rencana untuk menanggulangi
kelemahan dan menanggulangi ancaman-ancaman yang ada.
Kombinasi dari faktor faktor internal dan eksternal tersebut
dipergunakan untuk menyusun matrik SWOT yang dapat dilihat
pada lampiran 1. Dari Analisis SWOT yang telah dilakukan Strategi-
strategi yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1) Strategi S-O
1. Memaksimalkan penggunaan infrastruktur Survey dan
Pemetaan untuk mendukung percepatan pendaftaran tanah.
2. Menggunakan konsep-konsep fit for purpose untuk mere-
design sistem pendaftaran tanah.

