Page 167 - Jalan Penyelesaian Persoalan Agraria: Tanah Bekas Hak, Pengakuan Hukum Adat, Penataan Tanah Batam, Percepatan Pendaftaran Tanah, dan Integrasi Tata Ruang
P. 167
150 Muh Arief S., Suharno, Haryo Budhiawan
2. Faktor Ekonomi
Aspek ekonomi yang paling dominan adalah tingkat penghasilan atau
pendapatan masyarakat selain itu pertumbuhan ekonomi suatu
daerah juga berpengaruh. Pada masyarakat perkotaan dengan
pekerjaan utama adalah pegawai negeri dan swasta tentunya mem-
punyai penghasilan yang tetap dan lebih tinggi dibandingkan masya-
rakat desa yang pada umumnya bekerja sebagai petani. Sehingga
pada masyarakat kota sebagian besar pemenuhan kebutuhan pokok-
nya sudah dapat terpenuhi, sangat berbeda dengan masyarakat
pedesaan yang mempunyai pendapatan rendah maka mereka merasa
bahwa pensertipikatan tanah bukan merupakan kebutuhan pokok
yang harus dipenuhi. Sehingga bagi masyarakat dengan tingkat
pendapatan rendah dimana mereka hanya bisa memenuhi kebu-
tuhan fisiologis merasa kurang berminat mensertipikatkan tanahnya,
mengingat biayanya yang tidak murah.
Pengenaan pajak atas tanah BPHTB yang cukup tinggi menye-
babkan animo masyarakat dalam mensertipikatkan tanah menjadi
berkurang. Rata-rata animo masyarakat pinggiran (desa) dalam men-
sertipikatkan tanahnya belum setinggi di perkotaan (Tim Peneliti
Puslitbang BPN, 2005).
Pertumbuhan ekonomi suatu daerah ditandai dengan masuknya
investor untuk menanamkan modalnya sehingga perekonomian
daerah menjadi tumbuh dan berkembang.Sebagai contohnya masuk-
nya para pengembang atau investor untuk pembangunan perumahan
terutama di daerah perkotaan menyebabkan masyarakat lebih ber-
keinginan untuk mensertipikatkan tanahnya, selain untuk kepastian
hukum juga untuk meningkatkan nilai tanahnya serta dengan
sertipikat dapat memberikan manfaat terhadap kesejahteraan eko-
nomi (sebagai jaminan untuk memperoleh kredit sehingga bisa
memajukan usaha).
3. Faktor Budaya
Aspek budaya dalam pembahasan ini adalah adanya motivasi atau
kepentingan yang mempengaruhi kebutuhan untuk mensertipi-
katkan tanah. Partisipasi masyarakat sangat dipengaruhi oleh motif-
motif atau kepentingan-kepentingan masyarakat itu sendiri. Sebagai

