Page 15 - EBOOK Buku Panduan PMP 25 Final
P. 15

Maret
     Setitik Embun Penyejuk                    MEMILIH KEBENARAN DAN BUKAN KEBODOHAN
     17 Maret 2025 (malam)                     (2 TIMOTIUS 3: 1-9)




           Apakah yang saudara lakukan ketika mendengar berita bahwa pada esok hari

      akan ada bencana dan musibah yang siap menghancurkan hidup ini. Pastilah kita
      panik! Kebanyakan orang akan mulai menyiapkan diri pada kondisi buruk itu. Kita

      akan semakin siap menghadapi masa-masa sukar apabila telah melakukan tindakan
      antisipatif, salah satunya lewat memperoleh dan mengolah informasi sebanyak
      mungkin tentang kondisi-kondisi tersebut.

           Timotius menerima informasi dan nasehat dari Paulus tentang masa sukar yang
      akan dia alami. Bagaimanakah gambaran masa sukar di hari-hari kedepan yang

      akan dialami Timotius? Hal itu dijelaskan dengan rinci oleh Paulus dalam ayat 1-8
      bacaan kita.      Siapakah penyebab kesukaran itu? Menurut Paulus, manusialah
      penyebab kesukaran hidup, dengan cara lebih mencintai diri sendiri (φιλαυτοι –

      philautoi –bd. ay.2) dari pada menuruti/mengasihi Allah (φιλοθεοι – philotheoi –
      bd.ay.4). Itulah sebabnya muncullah kesombongan, pemfitnah, penghianat, sok tahu,

      garang dan sebagainya. Mengapa semua hal itu terjadi? Dalam ayat 5-9 dengan
      tegas disebutkan Paulus bahwa banyak orang telah diajar tentang kebenaran,
      namun tidak melakukannya; bahkan lebih memilih melakukan kebodohan yang

      mempermalu-kan diri sendiri.
           Alkitab tidak memberikan informasi tentang bagaimana akhir hidup Timotius.

      Namun kita dapat menduga dengan yakin bahwa ia berhasil menghadapi kesukaran
      karena iman kepada Kristus itu. Salah satunya adalah lewat menyiapkan diri
      menghadapi kesukaran tersebut. Sebagai umat Tuhan, kita akan menghadapi

      banyak tantangan iman yang oleh Paulus disebut dengan masa kesukaran. Kunci
      utama agar tidak jatuh dalam cengkraman kesukaran iman itu adalah lewat lebih

      mengasihi TUHAN daripada mengasihi diri sendiri. Hal ini akan terlihat dengan jelas
      ketika kita lebih memilih kebenaran dari pada kebodohan dunia. AMIN.


                                                Kata hikmat
                      Mengasihi Allah dari pada diri sendiri adalah kesediaan kita untuk
                         memilih melakukan kebenaran daripada kesenangan dunia
                            Sebab kasih tidak untuk dikatakan namun dikerjakan

                                                  Tim Kerja Pembinaan Madya Pendeta (batch 3) -indj
                                                                                                  15
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20