Page 18 - EBOOK Buku Panduan PMP 25 Final
P. 18

Maret
     Setitik Embun Penyejuk                    TINDAKAN IMAN YANG NYATA
     19 Maret 2025 (pagi)                      (MARKUS 2: 1-12)




     Masih dalam Doa Sang Katak: Seorang wanita bermimpi masuk ke sebuah toko baru
     di pasar, dan terkejut, menemukan Tuhan di belakang toko. "Engkau menjual apa di
     sini?" ia bertanya. "Apa saja yang menjadi keinginan hatimu," kata Tuhan. Hampir tak

     berani percaya apa yang didengarnya, wanita itu memutuskan minta hal-hal paling
     baik, yang dapat diinginkan seorang manusia. "Aku minta ketenteraman hati dan cinta

     dan bahagia dan bijaksana dan bebas dari sakit." katanya, lalu sebagai pikiran
     kemudian ditambahkan, "Tidak hanya untuk saya. Untuk semua orang di dunia."
     Tuhan tersenyum. "Kukira, engkau menafsirkan aku salah, nak," kata-Nya. "Kami

     tidak menjual buah di sini. Hanya benih."
     Perhatikan bacaan kita! Ada seorang lumpuh yang sulit untuk menemui Tuhan Yesus

     untuk mendapatkan mujizat kesembuhan dariNya. Lalu tampillah 4 orang yang datang
     membantunya. Siapa mereka? Saya tidak tahu! Mungkin sahabat-sahabat dari si
     lumpuh atau keluarganya. Tapi itu tidak penting!! Yang menarik adalah kegesitan dan

     kerjasama 4 orang itu. Pintu depan sulit ditembus, jalan satu-satunya adalah naik ke
     atap rumah (ay.4). Waw.. bukankah itu sulit? Apa yang terjadi? Mereka pasti bingung,

     dan kewalahan. Mungkin ada yang mencari tali panjang dan menjadikannya empat
     ujung. Mereka naik ke atap rumah. “Awas!!” Teriak yang satu, “naikkan sedikit, jaga
     keseimbangan!!”, perintah yang lain. Akhirnya sampailah si lumpuh berhasil diturun di

     atas kepala Yesus. Apa yang terjadi? Lihat ay 15: “Ketika Yesus melihat iman
     mereka...” Iman yang mana? Iman yang terlihat dari berbuatan nyata dari empat

     sahabat dalam kebersamaan dan kepedulian untuk berkorban membantu si lumpuh.
     Tuhan Yesus tertarik pada perbuatan iman dan bukan hanya pada perkataan iman.
     Iman adalah benih, perbuatan nyata adalah buahnya. Saatnya mengubah perkataan

     dan keyakinan iman kita menjadi perbuatan nyata yang bedampak bagi sesama.
     AMIN

     Kata hikmat
     Pernyataan “Actions speak louder than words” menunjuk pada kesediaan tiap pribadi
     untuk bertidak benar pada tiap kebenaran yang diucapkan.



                                         Tim Kerja Pembinaan Madya Pendeta (batch 3) -indj


                                                                                                  18
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22